KOTA CIREBON, (FC).- Dalam enam tahun terakhir, grafik kebencanaan di Kota Cirebon terus menunjukkan tren kenaikan. Ini menjadi pengingat bahwa risiko bencana kini kian dekat dengan kehidupan warga sehari-hari.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon mencatat, sepanjang tahun 2025 saja terdapat 156 peristiwa kebencanaan yang berhasil ditangani.

Angka ini menegaskan, bahwa ancaman bencana bukan lagi kejadian insidental, melainkan persoalan yang berulang dari tahun ke tahun.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo mengungkapkan, bahwa peningkatan tersebut terlihat jelas dari pendataan dalam kurun waktu enam tahun terakhir.

“Kalau kita lihat datanya, pada 2020 ada 88 kejadian, tahun 2021 memang sempat turun menjadi 85, tetapi kembali naik di 2022 menjadi 99 kejadian, lalu 106 kejadian pada 2023. Tahun 2024 melonjak cukup tajam menjadi 154 kejadian, dan di 2025 kembali naik menjadi 156 kejadian,” ujar Andi, Senin (25/1/2026).

Menurut Andi, dari seluruh kejadian bencana sepanjang 2025, pohon tumbang menjadi peristiwa yang paling sering terjadi, yakni sebanyak 67 kejadian.

Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari usia pohon yang sudah lapuk hingga cuaca ekstrem.

“Pohon tumbang umumnya disebabkan kondisi pohon yang tidak lagi kuat, kemudian diperparah oleh cuaca ekstrem, dan ada juga yang dipicu oleh kecelakaan lalu lintas,” ucapnya.

Selain pohon tumbang, BPBD Kota Cirebon juga menangani 45 kejadian bangunan ambruk serta 18 insiden akibat cuaca ekstrem.

Adapun bencana lainnya meliputi banjir sebanyak 11 kejadian, tanah longsor delapan kejadian, kebakaran lahan tiga kejadian, banjir rob dua kejadian, serta dua operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

Rangkaian peristiwa tersebut tak hanya tercatat dalam angka, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan warga.

Andi menyebutkan, sepanjang 2025 bencana yang terjadi berdampak terhadap 56.628 jiwa yang tersebar di berbagai kecamatan di Kota Cirebon.

“Ini bukan sekadar data. Di balik angka itu ada masyarakat yang terdampak, aktivitas yang terganggu, dan risiko yang harus kita antisipasi bersama,” kata dia.

Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kota Cirebon terus memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan bencana dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Sepanjang 2025, BPBD telah memberikan edukasi kebencanaan kepada 9.789 orang sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapan warga menghadapi potensi bencana.

Tak hanya itu, BPBD juga membentuk dua Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) guna menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan tangguh terhadap risiko kebencanaan.

Sementara di tingkat masyarakat, sebanyak 25 warga dilatih sebagai Tim Reaksi Cepat (TRC) agar mampu memberikan respons awal ketika bencana terjadi.

“Upaya ini kami lakukan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, sehingga ketika bencana terjadi, penanganannya bisa lebih cepat dan lebih efektif,” tandasnya. (Agus)