CIREBON, (FC).- PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cirebon berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik untuk menghadirkan layanan listrik yang nyaman maupun aman untuk digunakan masyarakat.
Untuk itu, PLN UP3 Cirebon tidak henti-hentinya memberikan edukasi preventif tentang penggunaan listrik yang aman dan juga potensi bahaya yang bisa timbul jika beraktivitas di dekat jaringan listrik.
Salah satu potensi bahaya yang dekat dengan masyarakat adalah aktivitas di dekat jaringan tegangan menengan (TM) 20 kilo Volt (kV). Tegangan listrik pada level ini memiliki potensi yang sangat berbahaya dan memerlukan perhatian khusus saat beraktivitas di dekatnya. Tegangan listrik pada level TM 20 kV adalah yang paling sering digunakan dalam menyalurkan listrik kepada pelanggan PLN sektor rumah tangga, industri, bisnis, hingga penggunaan pada kegiatan sosial.
Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cirebon, Imam Ahmadi mengatakan, tegangan listrik pada level TM memiliki potensi bahaya yang mematikan dan perlu dihindari apapun yang terjadi.
“Listrik pada tegangan menengah 20 kV tidak sekedar berbahaya, namun dapat membawa dampak hingga kematian bagi yang tersentuh. Untuk itu, PLN tidak henti-hentinya mengimbau kepada masyarakat agar dapat berperilaku aman dengan menghindari aktivitas yang dekat pada jaringan TM,” ucap Imam.
Jika kemudian direncanakan untuk beraktivitas di dekat jaringan listrik PLN, PLN mengimbau agar dapat berkoordinasi penuh dengan tim PLN hingga mendapatkan izin atau pendampingan sesuai Standard Operation Procedure keselamatan kerja yang ada di PLN.
“Kami memastikan agar setiap individu yang berkepentingan untuk beraktivitas di dekat jaringan listrik sudah sesuai SOP keselamatan kerja yang berlaku di PLN dengan mengedepankan prinsip Zero Accident,” ujar Imam.
PLN pun pada kesempatan yang sama memaparkan apa saja bahaya yang dapat ditimbulkan oleh jaringan TM 20 kV diantaranya, bahaya elektrokusi yaitu tegangan 20 kV memiliki potensi yang cukup besar untuk menyebabkan elektrokusi, yaitu kejadian saat tubuh manusia bersentuhan dengan aliran listrik yang cukup kuat untuk menyebabkan cedera serius bahkan kematian.
Berikutnya, kebakaran dan kerusakan struktural yakni kebocoran arus listrik pada tegangan 20 kV dapat menyebabkan percikan yang dapat memicu kebakaran pada material yang mudah terbakar seperti kayu, kain dan plastik. Selain itu, lonjakan arus juga dapat merusak struktur bangunan dan peralatan listrik.
Selanjutnya, kegagalan peralatan yaitu penggunaan yang tidak benar atau kelebihan beban pada jaringan listrik tegangan menengah dapat menyebabkan kegagalan peralatan listrik, yang berpotensi menimbulkan gangguan pasokan energi dan kerugian ekonomi.
Sementara, untuk dampak yang dapat terjadi jika berdekatan bahkan bersentuhan dengan jaringan TM 20 kV diantaranya, cedera serius atau kematian yaitu sentuhan langsung dengan jaringan listrik pada tegangan 20 kV dapat menyebabkan cedera serius bahkan kematian akibat elektrokusi.
Selanjutnya, kebakaran yakni sentuhan yang tidak sengaja dengan jaringan listrik dapat menyebabkan percikan yang dapat memicu kebakaran di sekitarnya, serta kerusakan peralatan yaitu sentuhan dengan jaringan listrik yang tidak terisolasi dapat merusak peralatan atau bahkan menyebabkan kegagalan pada jaringan listrik.
Untuk menghindari bahaya dan dampak yang terjadi, PLN mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan memperhatikan langkah-langkah keselamatan ketika berada di sekitar jaringan listrik tegangan 20 kV. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko diantaranya, jangan mendekati jaringan listrik, hindari mendekati atau menyentuh jaringan listrik tegangan 20 kV tanpa izin dan pelatihan yang memadai. Pahami lingkungan kita, ketahui lokasi jaringan listrik di sekitar kita dan pastikan untuk tidak melakukan kegiatan yang berpotensi membahayakan diri sendiri atau orang lain.
Gunakan peralatan pelindung, jika kita bekerja di dekat jaringan listrik, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri yang sesuai, seperti sarung tangan dan helm pelindung, serta sudah mendapatkan izin keselamatan dari PLN.
Sementara itu General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Agung Murdifi mengajak semua pihak, baik masyarakat umum maupun pekerja industri, untuk bersama-sama peduli dan mematuhi langkah-langkah keselamatan dalam menggunakan listrik tegangan menengah 20 kV.
“Keselamatan adalah prioritas utama kami, dan dengan kesadaran dan tindakan yang tepat, kita dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Agung.
“Tidak ada yang lebih penting dari jiwa manusia menjadi prinsip PLN dalam menghadirkan layanan listrik yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Untuk itu mari kita bersama juga sama-sama peduli agar dapat mengoptimalkan penggunaan listrik untuk kenyamanan beraktivitas setiap hari,” tambahnya.
Segala bentuk potensi bahaya listrik yang muncul di tengah masyarakat agar dapat dilaporkan langsung kepada PLN baik lewat aplikasi PLN Mobile, Contact Center 123 dan juga pada unit PLN terdekat. Aplikasi PLN Mobile sendiri dapat diunduh gratis dari Play Store dan App Store. (Rls/FC)
Discussion about this post