KOTA CIREBON, (FC).- Sejumlah jalan di Kota Cirebon saat ini kondisinya banyak yang rusak dan berlubang. Namun pemeliharaan dan perbaikan jalan oleh Pemkot Cirebon dinilai lambat.
Atas hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon, Ana Susanti, mengakui adanya keterbatasan anggaran Pemkot Cirebon yang berdampak pada pemeliharaan infrastruktur.
Meski demikian, pihaknya terus mendorong agar perbaikan jalan-jalan rusak, khususnya akses vital masyarakat, dapat segera terealisasi.
”Mudah-mudahan sih bisa terealisasi. Kami di pemerintahan kota juga inginnya semua jalan mulus. Kami memahami itu, cuma jujur saja kami ada keterbatasan anggaran karena adanya penurunan yang signifikan,” ujar Ana Susanti saat diwawancarai, Sabtu (23/5).
Ana menjelaskan bahwa dalam penyusunan program, Pemkot Cirebon juga harus bersinergi dan menyelaraskan anggaran dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Terkait serapan anggaran tahun ini, ia menyebutkan bahwa prosesnya masih berjalan secara bertahap.
”Kemarin di Bulan Mei itu baru tahap perencanaan semua. Anggaran belum turun semua, kemungkinan di Bulan Juli nanti baru semua kegiatan bisa berjalan,” tambahnya.
Ana juga memberikan edukasi mengenai pembagian wewenang perbaikan jalan agar masyarakat memahami porsi kerja Pemkot Cirebon. Ia menjelaskan bahwa tidak semua jalan rusak di wilayah kota merupakan tanggung jawab Pemkot Cirebon.
”Pokok pikiran (pokir) kami di DPRD memang diperuntukkan buat pemukiman warga di dalam. Untuk jalan-jalan besar, itu kan sudah ranahnya pihak Provinsi atau ranahnya Pekerjaan Umum (PU). Jadi kami hanya bisa mengusulkan perbaikan untuk gang-gang kecil saja, sedangkan yang besar urusan PU dan Provinsi,” pungkasnya.
Melalui perubahan anggaran mendatang, Ana berharap usulan-usulan perbaikan jalan ini dapat segera dieksekusi demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan di Kota Cirebon. (Agus)















































































































Discussion about this post