KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur di Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, guna mengatasi persoalan banjir dan kemacetan yang kerap dikeluhkan warga.
Penanganan difokuskan melalui pembangunan saluran drainase, trotoar, serta pembukaan jalan alternatif di sejumlah titik rawan, salah satunya di Desa Jatiseeng.
Kuwu Desa Jatiseeng, Sumarno, mengatakan banjir yang kerap terjadi disebabkan ketidakseimbangan antara debit air dan kapasitas saluran pembuangan.
“Debit air lebih besar dari kapasitas saluran, sehingga saat hujan deras terjadi genangan,” ujarnya, Selasa (14/4).
Untuk mengatasi hal tersebut, saat ini tengah dibangun saluran drainase baru yang dilengkapi trotoarisasi.
Saluran tersebut dirancang agar mampu memperlancar aliran air dan mencegah luapan ke permukiman maupun badan jalan.
“Saluran ini nantinya tersambung hingga ke arah Damarguna agar aliran air lebih lancar,” katanya.
Ia menjelaskan, selama ini aliran air hanya mengarah ke Sungai Cimanenteng di Blok Paing yang kapasitasnya terbatas.
Dengan adanya saluran baru, air diharapkan dapat mengalir optimal menuju irigasi Maneungteung.
“Selama ini air sering tersendat karena saluran sempit. Dengan proyek ini diharapkan bisa mengalir lebih cepat,” tambahnya.
Selain penanganan banjir, pemerintah juga menyiapkan pembangunan jalan alternatif untuk mengurai kemacetan di kawasan tikungan Jatiseeng yang kerap padat, terutama pada jam sibuk.
“Jalan alternatif dari arah Lubuk Gajah menuju Jatiseeng direncanakan dibangun tahun ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi PKB, Mad Soleh, menyebut tahun 2026 menjadi momentum percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Ciledug.
“Kami menghadirkan terobosan melalui alokasi pokok pikiran untuk penanganan jalan rusak dan kemacetan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan jalan poros desa sebagai jalur alternatif dianggarkan sekitar Rp1,1 miliar untuk melanjutkan pekerjaan yang telah dimulai sebelumnya.
“Anggaran Rp1,1 miliar untuk menyambung jalan yang sudah ada agar bisa mengurai kemacetan,” katanya.
Selain itu, penanganan banjir di sekitar Kantor Pos Jatiseeng juga mendapat alokasi anggaran sekitar Rp500 juta untuk pembangunan saluran air.
“Di lokasi ini banjir bisa terjadi hingga delapan kali dalam setahun, sehingga perlu penanganan serius,” paparnya.
Dengan berbagai proyek tersebut, diharapkan persoalan banjir dan kemacetan di wilayah Cirebon Timur, khususnya Kecamatan Ciledug, dapat segera teratasi.
“Mulai April hingga Mei 2026 akan mulai dieksekusi dan diharapkan menjadi solusi,” pungkasnya. (Nawawi)











































































































Discussion about this post