KAB. CIREBON, (FC).- Tak hanya dikeluhkan warga sekitar Desa Setu Kulon, bau busuk yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan limbah kentang untuk pakan ternak juga menuai kecaman dari warga lainya.

Pasalnya, limbah-limbah berupa kentang busuk itu dibuang di lahan kosong yang berada di Desa Weru Lor atau persis di samping Ramayana Cirebon Square.

Hasan Bisri Supervisor Tropicana mengatakan, sejumlah pengunjung kolam renang Tropicana yang berada di area Ramayana pun sempat resah.

Pasalnya, terdapat pengunjung kolam mengalami mual hingga muntah akibat polusi bau busuk yang ditimbulkan oleh limbah kentang.

“Hampir satu mingguan bau busuk itu masuk tercium ke kawasan kolam renang, bahkan hingga ke dalam toko swalayan. Puncaknya pada tiga hari kemarin Jumat, Sabtu dan Minggu, parah sekali sampai pengunjung kami mengeluh hingga mual-mual,” ujar Hasan saat ditemui FC, Selasa (30/9).

“Awalnya saya kira bau busuk itu dari sampah, tapi setelah dicek oleh teknisi, ternyata persis di samping kami ada orang yang lagi buang limbah, mondar – mandir sepuluh truk lebih dari siang sampai malam,” tambah Hasan.

Meski demikian, Hasan berharap ada tindakan tegas dari pemerintah agar hal serupa tidak terjadi lagi, sebab menurutnya walaupun itu dikubur polusi bau busuk juga masih terasa hingga saat ini.

“Semoga ada tindakan tegas dari pemerintah, pengunjung kami saja resah, apalagi warga sekitar perumahan yang di belakang dan pasar batik,” ungkapnya

Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian dan Pengelolaan Dampak Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Yuyu Jayudin saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya sudah menjadwalkan untuk mengecek ke lokasi langsung bersama dengan pemiliknya.

“Belum saya cek kelapanganya. Tapi sudah tahu, minggu inilah kita jadwalin ke lapangan sama memanggil yang bersangkutan besok atau lusa pasti kami turun kelokasi,” pungkas Yuyu.

Berdasarkan pantauan Fajar Cirebon, hingga saat ini di lokasi pembuangan itu sudah tidak ada aktivitas lagi.

Sejumlah warga pun mempertanyakan lahan itu apakah sudah ada izin dari pemilik tanah, khawatir itu akan menjadi polemik baru jika yang punya tanah tahu dan tidak berikan izin untuk dijadikan tempat pembuangan limbah.

Di sisi lain limbah-limbah yang berisi kentang busuk itu hanya dikubur dengan kedalaman satu meter saja diperkirakan jumlahnya mencapai 30 hingga 50 ton lebih dan proses pengangkutanya pun menggunakan mobil truk plat merah yang diduga berasal dari mobil dinas dari Pemerintah Kota Cirebon. (Johan)