Abu Anak Krakatau Menjauh, Warga Cirebon Diminta Tetap Tenang dan Waspada
KAB. CIREBON, (FC).- Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dipastikan mulai menjauh dari wilayah Kabupaten Cirebon.
Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangan sebaran abu vulkanik berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Sebelumnya, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau melintasi sejumlah wilayah Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat.
“Untuk wilayah Kabupaten Cirebon, berdasarkan pemantauan dan informasi terkini, pergerakan sebaran abu vulkanik terpantau menjauh,” ujar Syamsul, Selasa (8/9).
Kendati demikian, masyarakat diminta tidak panik dan tetap mengikuti perkembangan informasi dari instansi resmi.
BPBD Kabupaten Cirebon bersama sejumlah pihak terkait terus melakukan koordinasi dengan BMKG, PVMBG, BNPB, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa dan kelurahan.
Syamsul juga mengingatkan warga agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi terkait dampak abu vulkanik.
“Warga tetap tenang, ikuti informasi resmi, dan jangan menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya,” katanya.
Apabila terjadi hujan abu vulkanik, BPBD mengimbau masyarakat menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup pintu dan jendela rumah, serta melindungi tempat penyimpanan air.
Masyarakat juga diminta segera melapor kepada BPBD Kabupaten Cirebon apabila menemukan dampak atau kondisi yang membutuhkan penanganan.
BPBD memastikan pemantauan terhadap perkembangan sebaran abu vulkanik akan terus dilakukan secara berkala dengan mengacu pada informasi resmi BMKG dan PVMBG. (Ghofar)



Tinggalkan Balasan