KOTA CIREBON, (FC).— Belakang ini RSD Gunung Jati diterpa berbagai permasalahan, baik di internal maupun eksternal rumah sakit milik Pemerintah Daerah Kota Cirebon tersebut.

Atas hal itu, Ketua DPRD, Komisi III dan Pimpinan Fraksi DPRD Kota Cirebon menggelar rapat bersama. Hal ini dilakukan untuk membahas laporan rekomendasi terkait permasalahan di RSD Gunung Jati.

Usai rapat, Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Yusuf, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari berbagai upaya pengawasan yang telah dilakukan lembaganya.

Berbagai langkah pengawasan tersebut mencakup inspeksi mendadak (sidak), rapat dengar pendapat dengan para dokter spesialis, diskusi internal komisi, hingga menemui tim penilai atau konsultan independen, yakni dr. Dewi Basmala di Rumah Sakit Pasundan Bandung, guna meminta kejelasan hasil penilaian yang juga telah disampaikan kepada dewan pengawas.

Yusuf menjelaskan bahwa draf rekomendasi ini nantinya akan digodok dan diserahkan secara langsung kepada Wali Kota Cirebon.

Pihaknya berharap rekomendasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti untuk memperbaiki berbagai persoalan krusial di rumah sakit plat merah tersebut, mulai dari aspek manajemen, pelayanan, pengadaan alat kesehatan, ketersediaan obat, hingga optimalisasi klaim BPJS.

“Harapannya, kami di DPRD segera mengambil langkah, ya, rekomendasi lah terkait dengan kondisi rumah sakit hari ini. Rekomendasinya nanti akan digodok dan akan kita sampaikan langsung ke Pak Wali Kota,” ujar Yusuf.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya mengadopsi sejumlah masukan dan nasihat dari konsultan berpengalaman yang sebelumnya pernah sukses membantu membenahi tata kelola rumah sakit dengan kondisi serupa di wilayah Jawa Barat.

“Kita sampai konsultasi ke Direktur Utama Rumah Sakit Pasundan dr Dewi Basmala untuk mendapatkan kejelasan dari terkait hasil penilaian, beliau sudah banyak mengatasi rumah sakit yang tidak sehat jadi kembali sehat. Penilaian yang beliau sampaikan ternyata sudah disampaikan kepada dewan pengawas satu tahun yang lalu,”kata Yusuf.

Politisi PKS itu berharap, setelah rapat dengan pimpinan, DPRD Kota Cirebon dapat memberikan rekomendasi-rekomendasi terkait dengan kondisi rumah sakit Gunung Jati yang menejemen nya memburuk.

“Harapannya rekomendasi nya cepat diselesaikan, yang tentunya rekomendasi ini berkaitan dengan kondisi rumah sakit Gunung Jati yang sedang tidak membaik,”katanya.

Yusuf ingin, marwah rumah sakit Gunung Jati Cirebon kembali, karena Rumah Sakit Gunung Jati merupakan rumah sakit rujukan di wilayah Ciayumajakuning.

“Setelah rekomendasi sudah dibuat, akan kami sampaikan langsung kepada Wali Kota Cirebon untuk menjadi pertimbangan beliau. Langkah yang kami lakukan ini ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat bahwa rumah sakit Gunung Jati ini rumah sakit rujukan se wilayah Ciayumajakuning,”kata Yusuf.

Mewakili Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistio, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Fitrah Malik, menjelaskan bahwa agenda saat ini berfokus pada pelaporan hasil rangkaian kegiatan pengawasan dan koordinasi yang telah dilakukan.

“Menyampaikan laporan hasil sidak, terus RDP, dan sebagainya gitu loh,” ujar Fitrah Malik.

Fitrah mengungkapkan, laporan yang dihimpun tersebut mencakup hasil rapat koordinasi dengan tim medis, konsultasi bersama tim penilai atau konsultan, serta temuan dari sidak di lapangan.

Terkait dengan poin-poin rekomendasi yang dirumuskan, Fitrah menyatakan bahwa detail tersebut belum dibeberkan secara terbuka karena akan diserahkan secara resmi dan langsung kepada Wali Kota Cirebon dalam waktu dekat.

“Nanti akan ditindaklanjuti bertemu dengan Wali Kota. Nanti dia akan disampaikan pada saat ketemu dengan Wali Kota soal apa saja rekomendasinya,” tandasnya. (Agus)