KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa (Pemdes) Karangsuwung, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Salah satunya melalui pemberian beasiswa pendidikan hingga jenjang sarjana dengan menggandeng sejumlah perguruan tinggi.

Kuwu Karangsuwung, Arief Nurdiansyah, mengatakan peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu prioritas pembangunan desa.

Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi harus diimbangi dengan peningkatan pendidikan, keterampilan, dan kemampuan masyarakat.

“SDM yang unggul akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus membawa nama baik desa. Karena itu, kami berupaya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi warga untuk mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujarnya, Senin (2/11).

Arief mengungkapkan, sejumlah perguruan tinggi telah memberikan kesempatan beasiswa kepada warga Karangsuwung. Pemdes pun berupaya memperluas kerja sama agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses pendidikan tinggi.

“Alhamdulillah, sudah ada perguruan tinggi yang memberikan beasiswa kepada warga kami. Yang terpenting adalah kemauan dari calon mahasiswa dan dukungan keluarga. Pemerintah desa akan berupaya memberikan dukungan sesuai kebutuhan dan kemampuan yang ada,” katanya.

Selain beasiswa, Pemdes Karangsuwung juga merencanakan kelas inklusi bagi anak berkebutuhan khusus. Program tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk memperoleh pembelajaran sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Menurut Arief, setiap anak memiliki potensi yang perlu dikembangkan. Karena itu, layanan pendidikan harus memperhatikan karakteristik dan kebutuhan belajar peserta didik, termasuk anak yang memiliki hambatan dalam membaca, menulis, berhitung, komunikasi, maupun interaksi sosial.

“Setiap anak memiliki potensi yang perlu dikembangkan. Kami ingin mereka mendapatkan kesempatan belajar yang layak sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya,” jelasnya.

Program peningkatan SDM juga diarahkan pada pengembangan bakat olahraga anak usia sekolah, pelatihan keterampilan bagi ibu rumah tangga untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) bagi warga yang putus sekolah.

Arief berharap pengembangan bakat olahraga dapat membuka peluang bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi. Sementara pelatihan keterampilan diharapkan mendorong kemandirian ekonomi keluarga dan tumbuhnya usaha masyarakat.

“Ilmu dan keterampilan yang diperoleh masyarakat harus bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mendukung kemajuan desa,” paparnya.

Ia menegaskan, keberhasilan berbagai program tersebut membutuhkan dukungan pemerintah desa, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat. Karena itu, Pemdes Karangsuwung akan terus mendorong kolaborasi agar program pendidikan dan pemberdayaan dapat berjalan berkelanjutan.

“Mari bersama membangun desa agar lebih baik dari yang sudah baik. Kami ingin Karangsuwung tidak hanya memiliki infrastruktur yang memadai, tetapi juga masyarakat dengan SDM yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya. (Nawawi)