KUNINGAN, (FC).- Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kuningan, Ustaz Dadan Rohmatun Ramdan, mengajak mahasiswa menghidupkan kembali tradisi intelektual melalui budaya membaca, riset, dan berpikir kritis.

Penguatan tradisi keilmuan dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang mampu berkontribusi dalam membangun peradaban.

Ajakan tersebut disampaikan Dadan dalam kegiatan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bertema “Rekonstruksi Tradisi Intelektual Mahasiswa Berdasarkan Riset, Keilmuan, dan Masa Depan Peradaban” di Universitas Muhammadiyah Kuningan, Sabtu (31/10).

Menurut Dadan, kemajuan peradaban tidak terlepas dari kuatnya budaya keilmuan. Karena itu, mahasiswa perlu membangun kebiasaan membaca, memperdalam pengetahuan, serta mengembangkan kemampuan berpikir secara kritis.

Ia mengingatkan, pentingnya tradisi membaca juga tercermin dalam sejarah Islam melalui wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW, yakni perintah Iqra atau membaca.

“Kenapa ayat yang pertama turun adalah Iqra? Ada kemunduran peradaban karena intelektualitas yang sedang hancur. Maka program rekonstruksi tradisi intelektual mahasiswa ini merupakan program yang sangat bagus. Kembalikan jati diri IMM seperti ini,” ungkapnya.

Dadan berharap IMM terus memperkuat karakter gerakan mahasiswa yang menjunjung tinggi tradisi intelektual, pemikiran kritis, serta nilai-nilai Islam dan persyarikatan Muhammadiyah.

Menurutnya, aktivitas organisasi harus diimbangi dengan kedalaman ilmu dan wawasan yang luas. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar mengajak mahasiswa memperkuat budaya riset dan kemampuan berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi digital.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar menjadi konsumen informasi, tetapi mampu memeriksa kebenaran fakta serta menyusun argumentasi berdasarkan data dan kajian ilmiah.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan, Wawang Anwarudin, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia mendorong mahasiswa membangun budaya riset dengan membiasakan diri mengumpulkan dan mengolah data hingga menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam mengambil kebijakan.

Kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan tradisi intelektual sekaligus kolaborasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Kuningan dan wilayah Ciayumajakuning.

Melalui kegiatan ini, IMM diharapkan dapat memperkuat kembali peran gerakan intelektual mahasiswa dengan menjadikan membaca, riset, dan diskusi ilmiah sebagai bagian dari budaya organisasi. (Angga)