KAB.CIREBON, (FC).- Sebanyak 1.820 anggota Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon mengikuti Jamboree on the Air (JOTA) dan Jamboree on the Internet (JOTI) 2026.

Kegiatan ini menjadi ajang bagi generasi muda untuk mengenal teknologi komunikasi sekaligus mengasah keterampilan dan memperluas persahabatan.

Kegiatan yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon bersama Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kabupaten Cirebon tersebut berlangsung di halaman Kwarcab, Kecamatan Plumbon, Jumat hingga Minggu (16–18/10).

Pembukaan kegiatan dihadiri Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H. Ronianto, Ketua ORARI Lokal Kabupaten Cirebon H. Iman Supriadi (YB1NLM), serta jajaran pengurus kedua organisasi.

Dalam kegiatan tersebut, Ronianto menekankan pentingnya membekali anggota Pramuka dengan wawasan dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi.

“Melalui kegiatan JOTA-JOTI ini, kami berharap anggota Pramuka dapat memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta mengikuti perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun persahabatan dan menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda,” ujar Ronianto, Jumat (16/10).

Ia menambahkan, pengenalan teknologi komunikasi diharapkan dapat mendorong anggota Pramuka memanfaatkan kemajuan teknologi untuk kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Pramuka harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kepramukaan. Kami ingin peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang mandiri, disiplin, dan peduli terhadap sesama,” katanya.

Sementara itu, ORARI memberikan materi teknis komunikasi radio, mulai dari Operating Procedure Net Control Station (NCS) hingga praktik komunikasi radio amatir atau QSO pada pita frekuensi 2 meter, 40 meter, dan 80 meter.

“Dalam kegiatan JOTA-JOTI ini, kami mengenalkan berbagai teknik komunikasi radio kepada anggota Pramuka, mulai dari prosedur komunikasi melalui Net Control Station, praktik komunikasi radio amatir, hingga kegiatan fox hunting. Kami berharap peserta dapat memahami cara kerja komunikasi radio secara langsung,” ungkap Iman.

Menurutnya, komunikasi radio tidak hanya menjadi sarana berkomunikasi dan memperluas pertemanan, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung penanganan keadaan darurat.

“Komunikasi radio dapat menjadi sarana alternatif ketika jaringan komunikasi umum mengalami gangguan, terutama saat terjadi bencana. Melalui pengenalan layanan komunikasi darurat ini, kami ingin menumbuhkan pemahaman generasi muda tentang pentingnya koordinasi, kesiapsiagaan, dan kepedulian terhadap masyarakat,” katanya.

Tak hanya itu, peserta mendapat pengenalan layanan komunikasi darurat atau emergency service. Materi tersebut menitikberatkan pada pemanfaatan radio untuk mendukung koordinasi dan penyampaian informasi ketika terjadi bencana.

Komunikasi radio dinilai memiliki peran penting sebagai sarana alternatif, terutama ketika jaringan komunikasi umum mengalami gangguan atau tidak dapat digunakan dalam situasi darurat.

Selain pembelajaran teknologi komunikasi, JOTA-JOTI 2026 diisi dengan perkemahan bersama selama dua hari, Sabtu dan Minggu.

Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan kemandirian, serta meningkatkan kedisiplinan anggota Pramuka.

Melalui perpaduan kegiatan kepramukaan dan pengenalan teknologi radio, kolaborasi Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon dan ORARI diharapkan mampu membentuk generasi muda yang terampil, peduli terhadap sesama, serta memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat. (Ghofar)