KAB.CIREBON, (FC).- Kebakaran lahan menjadi bencana yang paling banyak terjadi di Kabupaten Cirebon sepanjang Agustus 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mencatat terdapat 12 kejadian bencana yang tersebar di 12 kecamatan dan 15 desa.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda mengatakan, dari total kejadian tersebut, sebanyak 11 kasus merupakan kebakaran lahan dengan luas area terdampak mencapai 16 hektare.

“Mayoritas kejadian selama Agustus didominasi kebakaran lahan akibat kondisi kemarau yang membuat vegetasi mudah terbakar,” ujarnya, Kamis (3/9).

Selain kebakaran lahan, BPBD juga mencatat satu kejadian kekeringan yang berdampak terhadap 9.803 jiwa masyarakat. Kondisi tersebut membuat sejumlah warga mengalami kesulitan mendapatkan kebutuhan air bersih.

Sebagai bentuk penanganan, BPBD Kabupaten Cirebon telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 53.000 liter kepada masyarakat terdampak selama Agustus 2026.

Syamsul mengungkapkan, selain bencana alam, terdapat pula kejadian nonalam berupa kebakaran besar di kawasan Pasar Tegal Gubug. Peristiwa tersebut mengakibatkan 85 unit kios pedagang mengalami kerusakan.

Menurutnya, kondisi musim kemarau masih menjadi faktor utama meningkatnya potensi bencana, khususnya kebakaran lahan dan kekeringan. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api.

“Kami mengimbau masyarakat agar mengenali potensi ancaman bencana di lingkungan masing-masing dan melakukan pencegahan sejak dini,” katanya.

BPBD Kabupaten Cirebon juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah rawan bencana serta menyiapkan langkah penanganan apabila terjadi kondisi darurat.

Upaya mitigasi tersebut dilakukan untuk menekan risiko korban maupun kerugian material akibat bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

“Pencegahan menjadi kunci utama agar dampak bencana bisa diminimalkan,” pungkasnya. (Ghofar)