Kondisi PMI Pasaleman di Mesir Memburuk, Keluarga Minta Pemerintah Bertindak
KAB.CIREBON, (FC).- Kondisi kesehatan Nunung Yulianti (41), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa/Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Kairo, Mesir, dikabarkan terus memburuk.
Kondisi tersebut membuat keluarga khawatir dan mendesak pemerintah segera mengambil langkah untuk memastikan keselamatan yang bersangkutan.
Nunung sebelumnya diduga mengalami perlakuan yang tidak layak selama bekerja di luar negeri.
Pihak keluarga Endang Safitri menyebut, ia harus menjalani aktivitas kerja dengan waktu yang panjang, sementara waktu istirahat, kondisi tempat tinggal, serta pola makan yang diterima menjadi perhatian.
“Kondisinya sekarang semakin mengkhawatirkan. Kami takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan jika tidak segera ada tindakan,” ujar Endang Safitri, Rabu (26/8).
Kekhawatiran keluarga semakin meningkat setelah menerima informasi mengenai sejumlah keluhan kesehatan yang dialami Nunung. Mereka berharap pemerintah dapat segera melakukan koordinasi untuk memastikan kondisi PMI tersebut sekaligus memfasilitasi kepulangannya apabila diperlukan.
Namun, keluarga mengaku hingga kini belum mendapatkan kepastian terkait langkah penanganan maupun proses pemulangan Nunung. Laporan yang telah disampaikan kepada pemerintah daerah dan instansi terkait disebut belum memberikan kejelasan mengenai perkembangan kasus tersebut.
“Kami sudah menyampaikan persoalan ini, tetapi sampai sekarang belum ada kepastian yang jelas mengenai langkah dan proses pemulangannya,” ungkap Endang Safitri.
Hal serupa disampaikan kuasa hukum Nunung dan keluarga, Yanto Jaguer. Mereka mengaku kesulitan memperoleh informasi lengkap mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut, termasuk kondisi terkini Nunung selama berada di Mesir.
“Kami kesulitan mendapatkan informasi yang utuh mengenai perkembangan kasus ini. Laporan sudah disampaikan, tetapi tindak lanjutnya belum jelas,” ujarnya.
Kuasa hukum menilai, persoalan yang dialami Nunung membutuhkan perhatian serius karena menyangkut perlindungan terhadap PMI yang berada di luar negeri. Pemerintah, kata dia, harus hadir secara aktif untuk memastikan hak dan keselamatan PMI terpenuhi.
Yanto Jaguer, kuasa hukum keluarga Nunung, mendorong pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Kementerian Luar Negeri, serta perwakilan Republik Indonesia di Mesir.
“Yang kami butuhkan sekarang adalah tindakan konkret, bukan sekadar menerima laporan. Keselamatan PMI harus menjadi prioritas,” tegas Yanto.
Pihak keluarga berharap Pemkab Cirebon dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi Nunung. Mereka meminta adanya komunikasi terbuka antara pemerintah, keluarga, dan kuasa hukum agar perkembangan penanganan kasus dapat diketahui secara jelas.
Keluarga juga berharap persoalan tersebut tidak berlarut-larut karena kondisi Nunung yang semakin mengkhawatirkan. Mereka ingin pemerintah memastikan perlindungan serta keselamatan PMI asal Pasaleman tersebut.
“Kami hanya ingin pemerintah benar-benar hadir dan memastikan Nunung bisa pulang dengan selamat,” harap Yanto mewakili keluarga.
Hingga berita ini diturunkan, keluarga dan kuasa hukum masih menunggu kepastian tindak lanjut dari pemerintah terkait penanganan kondisi Nunung Yulianti di Mesir. (Nawawi)



Tinggalkan Balasan