KOTA CIREBON, (FC).- Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon akan memperbaiki sejumlah ruas jalan utama. Perbaikan jalan yang bersumber dari APBD 2026 ini ditargetkan selesai pada Bulan November.

Wilayah Selatan Kota Cirebon menjadi fokus perbaikan ruas jalan pada tahun ini. Pasalnya, banyak masyarakat yang mengeluh dengan kerusakan jalan yang sudah berlangsung lama.

Kepala DPUTR Kota Cirebon Rachman Hidayat mengatakan, ada perbedaan kontur jalan di masing-masing wilayah. Maka DPUTR menggunakan dua jenis perbaikan jalan yakni perkerasan lentur atau menggunakan aspal dan perkerasan kaku atau menggunakan cor beton.

“Prosesnya sudah mulai berjalan. Ada personel kami yang sudah melakukan pengukuran dan menyiapkan matrial,” kata Rachman kepada wartawan, Senin (24/8).

Perbaikan Jalan Sumurwuni dilakukan dengan konstruksi cor beton sepanjang kurang lebih 350 meter. . Sedangkan di Jalan Kalilunyu dan Kedungkrisik dilakukan konstruksi aspal hotmix.

 

“Proses pengerjaan untuk cor beton selama 3 bulan. Sedangkan pengaslapan akan kami kerjakan menyesuaikan matrial yang ada,” tambahnya.

Bukan perbaikan jalan wilayah selatan Kota Cirebon, DPUTR juga akan memperbaiki ruas jalan utama seperti Jalan Cipto MK dimulai dari lampu merah Pusdiklatpri sampai lampu merah Jabang Bayi dengan panjang 900 meter. Kemudian Jalan Pancuran, Jalan Pramuka dan Jalan Satria.

DPUTR menganggarkan sekitar Rp8 miliar untuk perbaikan ruas jalan tersebut. Pihaknya berharap pengerjaan perbaikan jalan tepat waktu.

”Kami targetkan sebelum Desember masyarakat sudah menikmati jalan mulus,” ujarnya.

Perbaikan jalan di wilayah selatan Kota Cirebon mendapat respon dari tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD Kota Cirebon Een Rusmiyati. Dia termasuk vokal menyuarakan perbaikan jalan di wilayahnya kepada Pemerintah Kota Cirebon.

“Setiap kesempatan bertemu dengan Walikota Cirebon saya minta ruas jalan di wilayah Argasunya diperhatikan. Alhamdulillah akhirnya ruas jalan akan diperbaiki,” ungkap Een.

Pihaknya berterima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon yang sudah mendengarkan aspirasi masyarakat Argasunya. Iyus panggilan akrabnya menilai, ruas jalan di Argasunya merupakan obyek vital bagi masyarakat.

“Terima kasih sudah mendengarkan aspirasi kami. Saya kasihan banyak masyarakat yang mengeluh jalan rusak,” tutur Een. (Agus)