Sekda Wanti-wanti Potensi Bencana Kebakaran dan Kekurangan Air Bersih di Musim Kemarau
KOTA CIREBON, (FC).- Pada musim kemarau ini, potensi kebencanaan semakin meningkat. Seperti kebakaran tempat tinggal, tempat usaha dan lahan kosong, sampai bencana kekurangan air bersih yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Sekda Kota Cirebon Iing Daiman meminta seluruh perangkat terkait, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), hingga Perumda Air Minum (PDAM), diminta tetap siaga dan memperkuat langkah antisipasi di lapangan
Pihaknya , kata Iing, telah menginstruksikan BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk terus melakukan upaya pencegahan, termasuk menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas.
“Memang saat musim kemarau ini potensi yang paling perlu diwaspadai adalah kebakaran. Karena itu kami sudah mengarahkan teman-teman di BPBD maupun Damkar untuk terus mengantisipasi, termasuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Iing, Senin (3/8).
Ia menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem dengan angin kencang dapat memperbesar risiko kebakaran, terlebih jika masyarakat masih membakar sampah sembarangan. Selain itu, rumput dan lahan yang mengering juga lebih mudah terbakar.
“Bahkan rumput yang kering pun bisa memicu kebakaran karena faktor alam, gesekan, atau suhu panas yang tinggi sehingga menimbulkan percikan api. Apalagi kalau ada sampah yang dibakar sembarangan, tentu risikonya semakin besar,” katanya.
Karena itu, Iing mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka serta lebih berhati-hati terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi menimbulkan api selama musim kemarau.
Meski ancaman kekeringan mulai meningkat, ia memastikan personel BPBD dan Damkar tetap berada dalam kondisi siaga penuh untuk merespons berbagai kemungkinan yang terjadi.
“Teman-teman Damkar dan BPBD tetap siaga. Mudah-mudahan hal-hal yang tidak kita inginkan tidak terjadi, tetapi mereka sudah siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” ungkapnya.
“Untuk mengantisipasi kekurangan air bersih di wilayah selatan, teman-teman PDAM terus berkoordinasi. Ada beberapa perbaikan saluran hidran yang sedang dilakukan agar distribusi air tetap berjalan dengan baik,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemkot juga terus mengkaji upaya peningkatan sumber air baku sebagai solusi jangka panjang. Salah satu langkah yang sempat direncanakan adalah melakukan survei ke Kabupaten Kuningan sebagai daerah yang memiliki potensi sumber air, meski pelaksanaannya masih tertunda karena berbenturan dengan agenda lain.
“Kami juga terus mengkaji bagaimana sumber air baku bisa ditingkatkan. Sebenarnya kami sudah merencanakan survei ke Kuningan, hanya saja sementara tertunda karena jadwalnya bertepatan dengan kegiatan lain,” katanya.
Menurut Iing, pengembangan sumber air baku juga dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan yang memiliki potensi penambahan pelanggan sekaligus membutuhkan peningkatan suplai air bersih.
“Di wilayah perbatasan ada potensi penambahan pelanggan sekaligus harapan masyarakat agar suplai air bisa ditingkatkan. Itu menjadi bagian evaluasi bersama PDAM agar cakupan pelayanan semakin luas dengan kualitas layanan yang terus meningkat,” ujarnya.
Ia berharap, dengan segera terpilihnya jajaran direksi baru Perumda Air Minum, upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal sesuai target yang ditetapkan Wali Kota Cirebon selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).
“Mudah-mudahan dengan direksi yang baru nanti, target Pak Wali Kota untuk terus meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat bisa segera diwujudkan,” pungkasnya. (Agus)


Tinggalkan Balasan