INDRAMAYU, (FC).- Angka kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Indramayu pada musim kemarau mengalami peningkatan tajam, tercatat pada bulan Oktober ada 17 kejadian kebakaran.

Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono, mengatakan, data kejadian kebakaran tercatat meningkat dalam kurun empat bulan terakhir dari mulai Juni – September 2026.

Menurut dia, pada Juni 2026 tercatat hanya 11 kejadian kebakaran, dan meningkat menjadi 20 kejadian pada Juli 2026, kemudian selama Agustus 2026 kembali meningkat hingga 28 kejadian kebakaran.

“Kami mencatat peningkatan tertinggi pada September 2026 yang mencapai 47 kejadian, sehingga dari data ini menunjukkan adanya peningkatan potensi kebakaran saat musim kemarau,” kata Jajat Wibisono saat ditemui di Mako Damkar Indramayu, Senin (12/10).

Ia mengatakan, selama periode 1 – 12 Oktober 2026 juga sudah terdapat 17 kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Indramayu, dan tidak menutup kemungkinan pada akhir bulan jumlahnya bakal bertambah.

Pihaknya mengakui, berdasarkan data itu rata-rata areal yang kerap terbakar saat musim kemarau ialah lahan kosong yang biasanya dipicu aktivitas masyarakat dalam sampah secara sembarangan.

Namun, tidak sedikit juga rumah maupun bangunan yang turut dilalap api, karena aktivitas pembakaran sampah di lahan kosong tersebut lokasinya berdekatan dengan permukiman warga, sehingga kobaran apinya merembet hingga bangunan di sekitarnya.

Termasuk kebakaran lahan di areal TPU Samsu yang berada tepat di belakang DPRD Kabupaten Indramayu pada Minggu (11/10) kemarin yang diduga akibat anak-anak setempat membakar sampah.

Bahkan, kepulan asap dari kebakaran yang menghanguskan hamparan ilalang pada lahan itu sempat mengganggu sejumlah pengendara yang melintasi ruas Jalan Samsu, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.

“Kami mencatat, selama September 2026 terdapat 24 kejadian kebakaran lahan, dan 8 unit rumah, sedangkan periode 1 – 12 Oktober ada delapan kejadian kebakaran lahan serta lima unit rumah,” ujar Jajat Wibisono.

Karenanya, Jajat mengimbau masyarakat Kabupaten Indramayu untuk menyetop membakar sampah sembarangan di lingkungan tempat tinggalnya, karena berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar.

Selain itu, kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Indramayu saat musim kemarau seperti sekarang cenderung panas, kering, dan disertai angin kencang, sehingga tergolong rawan untuk mempercepat penyebaran kobaran api.

“Kami mengingatkan masyarakat Indramayu tidak membakar sampah atau barang bekas secara sembarangan di areal sekitar rumah untuk mencegah potensi terjadinya kebakaran yang lebih besar, terlebih sampai ditinggal tanpa pengawasan,” pungkasnya. (F-08)