MAJALENGKA, (FC).– Dampak dari musim kemarau yang begitu panjang, tidak sedikit wilayah yang ada di Kabupaten Majalengka warganya kekurangan air bersih.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut, maka Polres Majalengka pada Sabtu (10/10), menyalurkan bantuan 40 tangki air bersih untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan itu.

Program bantuan tersebut dilaksanakan melalui polsek jajaran dengan menggandeng Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Majalengka. Bantuan itu merupakan upaya kepolisian membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman mengatakan, penyaluran air bersih tersebut merupakan bagian dari program kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.

Distribusi bantuan dilakukan oleh sembilan polsek jajaran dengan melibatkan para kapolsek dan personel di wilayah masing-masing. Rinciannya, Polsek Kasokandel menyalurkan sembilan tangki, Polsek Palasah delapan tangki

Kemudian, Polsek Kadipaten lima tangki, Polsek Jatiwangi tiga tangki, serta Polsek Kertajati, Malausma, dan Cigasong masing-masing dua tangki. Sementara itu, Polsek Cingambul dan Polsek Sukahaji masing-masing menyalurkan satu tangki air bersih.

“Secara keseluruhan, sebanyak 40 tangki air bersih didistribusikan dan diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar AKBP M Aldy Sulaiman, Sabtu (10/10).

Kolaborasi Polres Majalengka dengan PDAM ini menjadi langkah konkret untuk membantu masyarakat menghadapi keterbatasan pasokan air bersih.

Kehadiran bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus memastikan kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari tetap terpenuhi.

Sementara Ahmad warga Desa Sutawangi Kecamatan Jatiwangi merasa senang dengan adanya bantuan distribusi air bersih. Karena di wilayahnya sumur sumur milik warga rata rata sudah mengering. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air tersebut, Ahmad biasa mencari air bersih dari saudara yang ada di luar desa.

“Hampir satu bulan ini, sumber air melalui sumur yang di sedot melalu mesin sanyo sudah tidak keluar lagi. Sekali kali keluar air waktu nya malam hari itu juga keluar airnya sangat sedikit. Jadi dengan adanya bantuan air bersih dari Polres bersama PDAM Majalengka, saya merasa terbantu,” ujar Ahmad.

Dari itu dirinya berharap kepada Pemkab majalengka agar memperluas jaringan saluran air bersih melalui PDAM. Sehingga wilayah yang setiap tahun mengalami kekeringan bisa teratasi dengan adanya saluran PDAM ke rumah rumah warga. (Munadi)