JAKARTA, (FC).- Badan Pusat Statistik Nasional (BPS) merilis data profil kemiskinan dan tingkat ketimpangan (Gini Ratio) pengeluaran penduduk di Indonesia.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono mengatakan, profil Kemiskinan ini dihitung berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, yang pendataannya dilakukan pada Februari 2025.

Hal ini disebabkan Maret 2025 bertepatan dengan bulan Ramadan yang dapat mempengaruhi pola konsumsi rumah tangga.

Adapun jumlah sampel Susenas Maret 2025 dilakukan terhadap 345.000 rumah tangga yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota

Susenas tersebut digunakan untuk menghasilkan beberapa indikator penting dalam sasaran visi nasional RPJP 2025-2029, yaitu: Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrem, Gini Ratio, dan Indek Modal Manusia.

Ateng menjelaskan bahwa yang dinamakan penduduk miskin adalah mereka yang pengeluarannya berada di bawah garis kemiskinan.

Garis kemiskinan pada Maret 2025 berdasarkan Susenas sebesar Rp609.160 Per Kapita Per Bulan, meningkat 2,34 persen jika bandingkan dengan September 2024.

“Nah garis kemiskinan kota sebesar Rp629.561 Per Kapita Per Bulan. Garis kemiskinan kota tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan garis kemiskinan perdesaan yang mencapai Rp580.349 Per Kapita Per Bulan,” ungkap Ateng, dikutip dari channel youtube BPS Statistics pada Jumat (25/7).

Tingkat garis kemiskinan kota tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,24 persen pada bulan Maret 2025 jika dibandingkan dengan bulan September 2024

“Tadi sudah disebutkan bahwa garis kemiskinan di desa sebesar Rp580.349 Per Kapita Per Bulan mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan kondisi September 2024 sebesar 2,42 persen. Dengan demikian garis kemiskinan perdesaan naik sedikit di atas garis kemiskinan perkotaan secara kenaikannya,” ujar Ateng.

Berdasarkan grafik garis kemiskinan, BPS mencatat peran komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar yakni mencapai 74,58 persen dibandingkan peranan komoditas bukan makanan sebesar 25,42 persen.

Dalam rilis yang disiarkan secara live melalui channel resmi BPS itu, Ateng menyampaikan bahwa Tingkat kemiskinan di Indonesia berdasarkan jumlah penduduk pada Maret 2025.

Diketahui bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia tercatat sebanyak 23,85 juta orang. Angka tersebut mengalami penurunan 0,2 juta orang dibandingkan dengan kondisi September 2024.

“Dari segi prosentasenya, penduduk miskin terhadap total populasi atau total penduduknya pada Maret 2025 mencapai 8,47 persen, atau jika dibandingkan dengan September 2024 yang lalu turun sebesar 0,1 persen poin,” jelas Ateng. (Andriyana)