KAB. CIREBON, (FC).- Hampir 3.000 warga Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, turun ke jalan mengikuti kegiatan “Mlaku Bareng Ning Trotoar Anyar” di sepanjang Jalan Fatahillah, Kamis (20/8).

Selain memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan tersebut menjadi momentum edukasi kepada masyarakat agar mengembalikan fungsi trotoar sebagai fasilitas utama bagi pejalan kaki.

Camat Weru Abdul Roup mengatakan, kegiatan tersebut digelar setelah revitalisasi trotoar Jalan Fatahillah selesai dilakukan. Dengan kondisi yang lebih tertata, pemerintah kecamatan ingin mengajak masyarakat menjaga dan memanfaatkan trotoar sesuai peruntukannya.

“Tema kita tahun ini Mlaku Bareng Ning Trotoar Anyar. Sekaligus sosialisasi kepada masyarakat bahwa trotoar digunakan untuk pejalan kaki, bukan untuk pedagang kaki lima atau aktivitas lainnya,” ujar Abdul Roup.

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan kepedulian warga terhadap lingkungan dan fasilitas publik. Ribuan peserta berjalan bersama menikmati trotoar yang kini lebih nyaman digunakan.

Abdul Roup juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas dukungan revitalisasi trotoar dan penataan Jalan Fatahillah.

“Kami berterima kasih atas revitalisasi fungsi trotoar dan jalan ini. Ke depan, Pemerintah Kecamatan Weru akan terus menjaga agar trotoar tetap berfungsi sebagai fasilitas umum,” katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan Weru. Sebelumnya, pemerintah kecamatan juga menggelar lomba gerak jalan kreasi tingkat SD dan SMP yang diikuti puluhan peserta.

Selain mengembalikan fungsi trotoar, pemerintah kecamatan juga akan melakukan penataan terhadap keberadaan pedagang kaki lima (PKL). Relokasi menjadi salah satu opsi agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu fasilitas pejalan kaki.

“Ke depan penataan juga untuk pedagang kaki lima supaya ada lokasi relokasi yang tidak mengganggu trotoar,” ungkapnya.

Kegiatan perdana tersebut mengusung semangat Weru Tangguh, yakni mewujudkan wilayah yang tertib, aman, agamis, nyaman, guyub, gotong royong, unggul dan harmonis.

Untuk menambah kemeriahan, panitia menyediakan sekitar 100 hadiah bagi peserta, mulai dari alat tulis, peralatan rumah tangga, hingga hadiah utama berupa sepeda listrik dan sepeda gunung.

Abdul Roup berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin tahunan sebagai ruang silaturahmi sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas publik.

“Antusias masyarakat luar biasa. Ini menjadi wujud rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus kebersamaan warga Kecamatan Weru,” pungkasnya. (Johan)