Wabup Jigus Resmikan Kampung Donor Babakan Gebang
KAB.CIREBON, (FC).- Desa Babakan Gebang, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon yang telah rutin menggelar donor darah selama 12 tahun, akhirnya dinobatkan menjadi Kampung Donor Darah yang diresmikan Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman dan disaksikan langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Cirebon, Hj Rd Sri Heviyana, Selasa (11/11).
Program yang digagas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon ini menjadi salah satu bentuk gotong royong kemanusiaan yang telah berjalan konsisten lebih dari satu dekade.
Wabup Jigus sapaan akrabnya dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Babakan Gebang yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan donor darah secara rutin setiap tiga bulan.
“Kami dari pemerintah daerah menyambut baik kegiatan ini. Terima kasih kepada PMI, pemerintahan desa, dan seluruh warga Babakan Gebang yang sudah istikomah mendonorkan darahnya,” papar Jigus.
Menurut Jigus, keberadaan kampung donor darah tidak hanya penting bagi Babakan Gebang, tapi juga menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Cirebon. Ia berharap, program ini bisa menjalar ke seluruh kecamatan.
“Sekarang baru 18 titik, mudah-mudahan ke depan bisa ada di 40 kecamatan. Karena setetes darah sangat berarti untuk membantu sesama,” katanya.
Ketua PMI Kabupaten Cirebon, Hj Rd Sri Heviayana menjelaskan, bahwa Babakan Gebang terpilih karena tingkat partisipasi warganya yang terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan, saat bulan ramadan kemarin, ketika biasanya kegiatan donor darah menurun warga Babakan Gebang justru tetap antusias.
“Biasanya di bulan puasa itu jumlah pendonor menurun, tapi di Babakan Gebang justru bisa mencapai 100 pendonor. Ini luar biasa,” ungkap Heviyana.
Ia menambahkan, dengan adanya kampung donor, masyarakat kini lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan darah. Desa memiliki bank data darah yang memuat informasi golongan darah warganya.
“Kalau ada warga yang membutuhkan darah, tidak perlu jauh-jauh ke PMI. Cukup dari data di desa, bisa diketahui siapa pendonor yang cocok. Ini sangat membantu,” jelasnya.
PMI Kabupaten Cirebon saat ini masih menggunakan anggaran dari APBD untuk menjalankan program tersebut. Setiap tahun, ada lima kecamatan yang mendapat giliran pembentukan kampung donor baru.
Sementara Kuwu Babakan Gebang, Yeni Setiati mengaku bangga karena warganya memiliki kesadaran tinggi dalam berbagi melalui donor darah, pihaknya telah secara rutin setiap tiga bulan dan sudah berjalan selama 12 tahun.
Menurutnya, selama pelaksanaan donor pihaknya secara rutin masih melakukan sosialisasi agar setiap pelaksanaan donor bisa diikuti banyak pendonor, bahkan saat ini masyarakat sudah tumbuh rasa kesadarannya dan bisa saling ketok tular ke masyarakat lainnya, diharapkan desa lain juga bisa mengikuti langkah yang pihaknya jalani saat ini.
“Masyarakat kami sudah terbiasa dan tidak perlu lagi diajak dengan susah payah. Bahkan saat Ramadan, antusiasmenya tetap tinggi,” ujar Yeni.
Ia berharap ke depan seluruh desa di Kabupaten Cirebon bisa memiliki kampung donor darah. Meski diakui, keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri. (Nawawi)



Tinggalkan Balasan