KUNINGAN, (FC).- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram dalam kondisi aman selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Kepastian tersebut disampaikan usai dirinya memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU dan SPBG di wilayah Kabupaten Kuningan, Sabtu (27/12).
UU menjelaskan, sidak dilakukan sebagai langkah antisipatif pemerintah daerah untuk menghadapi potensi lonjakan konsumsi energi selama periode libur panjang, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan kunjungan wisatawan.
“Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan bersama Asisten Daerah Perekonomian dan Diskopdagperin, secara umum stok BBM dan LPG di Kabupaten Kuningan berada dalam kondisi aman. Masyarakat tidak perlu khawatir, pasokan mencukupi untuk kebutuhan selama Nataru,” ujar Uu Kusmana saat dikonfirmasi.
Menurutnya, Pemkab Kuningan tidak hanya mengandalkan pemantauan lapangan, tetapi juga melakukan koordinasi intensif dengan pihak Pertamina guna menjaga stabilitas pasokan.
Dari hasil koordinasi tersebut, Pertamina melalui SBM Pertamina Patra Niaga menyepakati adanya penambahan alokasi bahan bakar selama periode Nataru.
“Khusus menghadapi Nataru 2026, terdapat penambahan alokasi kuota harian sekitar 3 persen dari kuota reguler. Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar distribusi BBM dan LPG tetap lancar,” jelas Sekda.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional JBB Pastikan Pasokan BBM Aman dan Berkualitas Selama Nataru
Dalam sidak tersebut, Uu Kusmana juga memberikan perhatian pada aspek pelayanan publik di SPBU.
Ia mengapresiasi kesiapan SPBU 34.455.16 Manis Lor yang dinilai tidak hanya aman dari sisi stok, tetapi juga menghadirkan layanan tambahan bagi masyarakat.
“Di SPBU Manis Lor, selain ketersediaan BBM terjaga, mereka juga menyediakan layanan kesehatan gratis serta rest area yang ramah anak dan keluarga. Inovasi pelayanan seperti ini sangat membantu kenyamanan masyarakat dan patut menjadi contoh,” ungkapnya.
Sekda Kuningan turut mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM dan LPG secara bijak serta tidak melakukan pembelian berlebihan yang berpotensi memicu kelangkaan buatan.
“Kami mengajak masyarakat untuk menggunakan energi secara wajar dan tidak menimbun. Jika menemukan indikasi penimbunan atau penyalahgunaan distribusi, segera laporkan agar dapat ditindak tegas sesuai ketentuan,” tegas Uu Kusmana.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan selama periode Nataru guna memastikan distribusi energi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. (Angga)











































































































Discussion about this post