KAB. CIREBON, (FC).- Setelah ditetapkan sebagai salah satu sekolah unggulan sebagai perwakilan dari wilayah tengah Kabupaten Cirebon. SDN 1 Kalikoa, Kecamatan Kedawung terus melakukan pembenahan di semua aspek, terutama yang akan menjadi penilaian di antaranya sarana prasarana, manajemen kepala sekolah, manajemen guru-guru dan prestasi sekolah, serta tata kelola keuangan.

Kepala SDN 1 Kalikoa, H Mulyamin mengatakan, bahwa pihaknya merasa bangga dengan adanya hal tersebut, meskipun menurutnya, status sekolah unggulan merupakan bukan sebuah penghargaan, namun demikian, hal tersebut merupakan tugas baru yang harus dilaksanakan tentunya sekolah harus menjadi sekolah yang berbeda dengan sekolah lain.

“Dengan ini tentunya sekolah kami harus bisa menjadi sekolah yang berbeda dengan sekolah-sekolah yang lain, harus lebih unggul baik kebersihannya, sarana prasarananya, akademiknya maupun non akademiknya,” ujar Mulyamin, Kamis (8/5).

“Dengan terpenuhinya poin-poin tadi, tentunya ketika ada perlombaan atau kejuaraan tentunya SDN 1 Kalikoa memiliki keunggulan yang lebih tinggi dengan sekolah yang lain,” tambahnya.

Selama ini, lanjut Mulyamin dalam menjalankan program unggulan sekolah dirinya telah membagi-bagi tugas, dari mulai bidang manajemen keuangan, sarana prasarana, kesiswaan serta bidang-bidang yang lainnya. Tentunya dengan berbagai bidang tersebut yang sudah diterapkan diharapkan dapat menjadi program-program unggulan SDN 1 Kalikoa.

“Bidang keuangan tentunya akan mengelola keuangan, mulai dari menyusun anggaran, mengelola dan tentunya melaporkan anggaran, bidang sarana prasarana yang nantinya melihat sarana-sarana yang akan di butuhkan, tentunya berkaitan dengan pembiayaan, sedangkan bidang kesiswaan ada beberapa cabang yaitu bidang ekstrakurikuler, bidang akademik dan non akademik dari situ nanti kita bentuk lagi yaitu tim prestasi,” ucapnya.

Tentang program kedepan dirinya juga menjelaskan, ada beberapa program yang nantinya akan dilaksanakan kedepannya, dari mulai sistem absensi kehadiran guru dalam rangka pendisiplinan waktu dan sistem jam pembelajaran siswa.

“Kami berharap dengan adanya status sekolah unggulan ini dapat merubah pola pikir tenaga pendidiknya, merubah pola pikir para siswa, merubah pola pikir orang tua sebagai masyarakat, karena kami ingin menanamkan budaya di sekolah ini terutama budaya akhlak yang mulia, karakter yang baik dan berilmu,” tuturnya. (Johan)