Pengabdian Sunyi Daskim sebagai Marbot Berbuah Hadiah Umrah dari Bupati Kuningan
KUNINGAN, (FC).- Tidak pernah mengejar penghargaan maupun sorotan, pengabdian Daskim sebagai marbot di Dukuhmaja justru mendapat apresiasi luar biasa.
Sosok yang selama ini bekerja dalam diam tersebut dinobatkan sebagai Marbot Pinunjul 2026 dan mendapat hadiah istimewa berupa perjalanan umrah dari Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar.
Hadiah tersebut diberikan secara spontan saat puncak acara Pangajen Rakyat Pinunjul 2026 yang digelar Forum Diskusi Waroeng Rakyat di Erion Space, Jalan Baru Awirarangan-Kuningan, Selasa (25/8).
Awalnya, Daskim hanya menerima penghargaan atas dedikasinya menjaga dan merawat masjid. Namun setelah mendengar kisah pengabdiannya, Bupati Dian langsung memberikan tambahan apresiasi berupa tiket umrah.
“Karena saya mendengar tadi ada marbot masjid yang mendapat apresiasi, saya sudah mengecek ada satu lagi slot. Saya hadiahkan apresiasi untuk diberikan hadiah umrah,” ujar Dian.
Pemberian hadiah tersebut menjadi salah satu momen mengharukan dalam acara. Daskim mengaku tidak pernah membayangkan pengabdian yang selama ini dilakukan dengan ikhlas mendapat penghargaan hingga kesempatan berangkat ke Tanah Suci.
“Saya dan teman-teman marbot lainnya merasa sangat dihargai. Alhamdulillah, saya diberikan hadiah umrah untuk berangkat ke Tanah Suci,” ungkap Daskim.
Menurutnya, apresiasi tersebut bukan hanya tentang hadiah perjalanan ibadah, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap para marbot yang selama ini menjalankan tugas menjaga rumah ibadah tanpa banyak diketahui masyarakat.
Daskim pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Kuningan atas perhatian yang diberikan. Ia berharap Bupati Dian senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah memimpin Kabupaten Kuningan.
Sementara itu, Bupati Dian mengatakan sosok Daskim menjadi gambaran bahwa banyak kebaikan besar lahir dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Bekerja dalam diam, bekerja dalam senyap, dan manfaatnya dirasakan oleh orang banyak,” kata Dian.
Menurutnya, para penerima Pangajen Rakyat Pinunjul 2026 merupakan warga yang telah memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan masing-masing, meski tidak selalu berada dalam sorotan publik.
Dian menegaskan, nilai kepedulian seseorang tidak diukur dari seberapa besar suara yang disampaikan, tetapi dari manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.
“Ukuran kepedulian bukan ditentukan dengan suara keras atau tidaknya seorang aktivis, tapi seberapa besar manfaat yang ditinggalkan akibat suara itu,” tegasnya.
Pangajen Rakyat Pinunjul 2026 menjadi ruang untuk mengangkat kisah warga yang selama ini bekerja tanpa banyak dikenal. Sosok Daskim menjadi bukti bahwa pengabdian yang dilakukan dengan tulus tetap memiliki nilai dan penghargaan tersendiri.
Kini, dari tugas sederhana menjaga masjid, Daskim mendapat kesempatan mewujudkan impian untuk menjejakkan kaki ke Tanah Suci.
Bagi Daskim, hadiah tersebut bukan hanya perjalanan ibadah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan selalu memiliki arti. (Angga)


Tinggalkan Balasan