KAB.CIREBON, (FC).- Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Gunung Santri, Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, akhirnya padam.

Namun, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) masih berjibaku melakukan pendinginan karena bara api masih tersimpan di bawah tumpukan sampah.

Hingga Rabu (7/10), proses pendinginan dilakukan dengan membongkar dan mengurai tumpukan sampah menggunakan alat berat. Sampah yang mengeluarkan asap dikeruk, disiram air, kemudian diuruk kembali untuk memastikan tidak ada titik panas yang memicu kebakaran susulan.

Pantauan di lokasi, sebuah ekskavator mengeruk lereng tumpukan sampah yang masih mengeluarkan kepulan asap putih. Sejumlah titik bahkan terlihat mengeluarkan asap cukup tebal di sela-sela tumpukan.

Kabid Kebersihan dan Pertamanan DLH Kabupaten Cirebon, Suyanto, mengatakan kobaran api sudah padam. Meski demikian, pendinginan tetap dilakukan karena panas dan bara masih ditemukan di bagian dalam tumpukan.

“Alhamdulillah sudah padam semua, tinggal tadi penguraian saja. Karena masih ada asap-asap yang kabut asapnya banyak,” kata Suyanto.

Menurutnya, kondisi asap pada Rabu sudah jauh berkurang dibandingkan sehari sebelumnya. Namun, penguraian tetap dilakukan untuk memastikan bara di dalam tumpukan benar-benar mati.

“Penguraian dalam arti sampah-sampah yang tadi ada asap dan ada apinya itu sekarang lagi diuraikan menggunakan ekskavator, supaya api itu bisa disebar, satu tidak panas, dua tidak terkumpul di situ, dan disiram dengan air,” jelasnya.

Suyanto menyebut penanganan kebakaran di TPAS tidak bisa dilakukan sembarangan. Tumpukan sampah yang terbakar berpotensi menghasilkan gas metana yang mudah terbakar, ditambah kondisi cuaca Cirebon yang cukup panas.

“Kalau sampah sudah terbakar kan ada gas metana itu. Yang berbahaya gas metana, apalagi di atasnya panas,” ujarnya.

“Di Cirebon itu hampir 35 derajat posisinya. Itu sangat panas sekali,” sambungnya.

Kebakaran tersebut juga berdampak langsung terhadap pelayanan pengangkutan sampah. Selama dua hari, armada pengangkut sampah tidak dapat masuk ke kawasan TPAS karena lokasi masih dalam penanganan.

“Mobil-mobil pengangkut sampah sudah bisa masuk lagi. Karena dua hari ini kan tidak ada angkutan sampah, berarti distop dulu,” ungkap Suyanto.

Untuk mengurangi risiko penumpukan sampah, DLH sementara mengalihkan sebagian armada dari kawasan perkantoran di sekitar Sumber ke wilayah timur Cirebon.

“Di sekitar Sumber sini, terutama di wilayah perkantoran, kita masukin ke wilayah timur Cirebon. Beberapa mobil mungkin dua atau tiga armada,” katanya.

Namun, pengangkutan dari kawasan permukiman dan perumahan belum sepenuhnya kembali normal. DLH masih menunggu kondisi TPAS benar-benar aman sebelum seluruh armada kembali beroperasi.

“Sementara kalau untuk permukiman dan perumahan masih belum bisa ke sana. Mudah-mudahan besok sudah bisa masuk lagi ke TPAS,” ujarnya.

Untuk kebutuhan penyiraman, DLH masih mengandalkan armada sendiri. Sementara kendaraan pemadam kebakaran belum sepenuhnya dapat dikerahkan karena sebagian peralatan masih dalam perbaikan.

“Sekarang ini kita lagi nunggu Pemadam Kebakaran. Belum ready kelihatannya karena ada beberapa perbaikan alat, mungkin ada yang bocor segala macam,” ungkapnya.

Saat ini, sekitar empat hingga lima kendaraan DLH dikerahkan untuk menyuplai air ke lokasi. Petugas juga terus memantau titik-titik yang masih mengeluarkan asap.

“Mudah-mudahan hari ini sore sudah benar-benar padam,” harap Suyanto. (Johan)