Pemuda Desa Lame Diajak Peduli Lingkungan dan Ketahanan Pangan
MAJALENGKA, (FC).– Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Majalengka, Gus Hishnu Basyaiban, mendukung gerakan Ikatan Pemuda Penggerak Desa (IPDA) dalam mendorong kepedulian lingkungan, pemberdayaan pemuda, serta penguatan ketahanan pangan masyarakat.
Dukungan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan IPDA bersama pemuda dan ibu rumah tangga di Blok Selasa, Desa Lame, Selasa (3/11). Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB itu mengusung tema menjaga iklim dan penanaman pohon.
Selain melakukan penanaman pohon, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengajak masyarakat menggali potensi desa melalui berbagai kegiatan produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial.
Gus Hishnu Basyaiban menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif IPDA yang melibatkan generasi muda dalam gerakan pembangunan desa. Menurutnya, pemuda harus hadir sebagai motor penggerak dan agen perubahan di tengah masyarakat.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan mendukung penuh setiap gerak serta perjuangan rekan-rekan IPDA. Pemuda memang harus hadir sebagai motor penggerak dan agen perubahan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ia menilai Desa Lame memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang pengabdian dan percontohan pemberdayaan pemuda, khususnya dalam sektor ketahanan pangan dan ekonomi kreatif.
Salah satu potensi yang disorot adalah pemanfaatan pekarangan dan sudut rumah warga untuk budidaya berbagai komoditas pangan, seperti jamur, cabai, kacang panjang hingga inovasi lele galon.
Menurut Gus Hishnu, IPDA dapat mengambil peran dalam mendampingi masyarakat, memperkenalkan metode budidaya yang lebih modern, serta membantu pemasaran dan pengemasan produk agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Pemanfaatan pekarangan dan sudut rumah warga untuk budidaya jamur, cabai, kacang panjang hingga inovasi lele galon adalah langkah nyata mandiri pangan. IPDA bisa hadir mendampingi, memodernisasi cara budidaya, serta membantu pemasaran atau pengemasan produknya,” jelasnya.
Selain ketahanan pangan, Gus Hishnu juga mendorong generasi muda untuk ikut mengembangkan potensi industri kerajinan rotan Desa Lame yang telah menembus pasar internasional.
Ia menilai keterlibatan pemuda diperlukan untuk menjaga keberlanjutan rantai produksi, mendorong regenerasi pengrajin, serta menghadirkan inovasi desain agar produk kerajinan rotan semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Jadikan Desa Lame ini sebagai laboratorium pemuda, tempat belajar, berinovasi, dan memberdayakan warga. Jangan pernah lelah bergerak demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat kita,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Fathur, menjelaskan bahwa gerakan IPDA tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga membangun kesadaran pemuda untuk menjaga iklim sosial melalui pengembangan potensi desa.
Menurutnya, lingkungan masyarakat yang produktif dan didukung kreativitas generasi muda merupakan bagian penting dalam menciptakan kehidupan desa yang berkelanjutan.
“Menjaga iklim bukan hanya sekadar menanam pohon, melainkan mendalami potensi desa yang digerakkan oleh pemuda. Itu juga merupakan iklim yang perlu dijaga dalam bermasyarakat,” kata Fathur.
Ia menambahkan, IPDA ingin menjadikan Desa Lame sebagai contoh produktivitas pemuda dalam menggali dan merawat potensi lokal. Salah satunya melalui budidaya tanaman herbal atau jamu dan cabai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga secara mandiri.
Program tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pembelian sejumlah kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru apabila dikembangkan secara berkelanjutan.
Fathur berharap, ke depan kegiatan pemberdayaan tersebut dapat tumbuh lebih besar dan hasil produksinya mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Melalui kolaborasi IPDA, pemuda, masyarakat, dan dukungan berbagai pihak, gerakan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman pohon semata.
Lebih dari itu, menjadi langkah nyata membangun kepedulian lingkungan, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Lame. (Munadi)



Tinggalkan Balasan