Diduga Disiram Bensin, Siswa SD Cipakem Jalani Operasi
KUNINGAN, (FC).- Seorang siswa SDN 1 Cipakem, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, berinisial FA, mengalami luka bakar pada bagian wajah dan leher setelah insiden yang diduga melibatkan bensin dan api, Minggu (4/10).
Korban harus mendapat perawatan medis hingga menjalani operasi di RSU Juanda Kuningan, Selasa (6/10) malam.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Cipakem sekitar pukul 13.00 WIB. Saat kejadian, korban disebut tengah bermain bersama adiknya. Seorang pelajar MTs Al Ma’arif Cipakem berinisial R diduga datang membawa sisa bensin yang diambil dari lokasi hiburan musik dangdut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, R sempat hendak memperlihatkan atraksi semburan api. Namun, bensin yang dibawanya diduga mengenai tubuh korban dan kemudian tersambar api.
Api seketika membakar tubuh korban. F disebut berteriak kesakitan, sedangkan R meninggalkan lokasi kejadian.
Adik korban bersama seorang temannya kemudian berusaha memadamkan api menggunakan air. Setelah itu, keluarga membawa korban untuk mendapatkan pertolongan medis.
Korban sempat mendapat penanganan di bidan sebelum dirujuk ke Kuningan Medical Center (KMC) Luragung. Karena mengalami luka bakar, terutama di bagian wajah dan leher, korban kemudian dirujuk dan menjalani operasi di RSU Juanda Kuningan pada Selasa (6/10) sekitar pukul 19.00 WIB.
Sekretaris Desa Cipakem, Armansyah, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, ia menyebut informasi yang diterimanya menunjukkan insiden tersebut tidak dilatarbelakangi dendam maupun niat untuk membakar korban.
“Saya baru tahu malam ini. Tapi sudah proses kekeluargaan. Yang pasti, kejadian itu bukan atas dasar dendam, tapi tidak sengaja anak-anak main api, korban terbakar,” ujar Armansyah saat dikonfirmasi melalui telepon.
Menurut Armansyah, persoalan tersebut kini tengah diupayakan penyelesaiannya melalui jalur kekeluargaan.
Meski demikian, dugaan unsur kesengajaan dalam insiden tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Sebab, terdapat perbedaan keterangan terkait kronologi kejadian, termasuk mengenai bagaimana bensin dan api hingga mengenai tubuh korban.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius terhadap keselamatan anak, khususnya pengawasan aktivitas pelajar yang melibatkan bahan mudah terbakar dan api. (Angga)


Tinggalkan Balasan