3.000 ASN Kuningan Mulai Dipetakan
KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai memperluas pemetaan potensi dan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari penguatan manajemen talenta. Sebanyak 3.000 ASN dijadwalkan mengikuti profiling melalui program Pro ASN pada 18-22 Oktober 2026.
Program tersebut difasilitasi Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bandung dan akan dipusatkan di SMKN 3 Kuningan. Peserta berasal dari jabatan pelaksana, fungsional, hingga struktural.
Sebelumnya, sebanyak 30 ASN Pemkab Kuningan telah mengikuti Profiling ASN di Kantor Regional III BKN Bandung, Selasa (6/10).
Mereka terdiri atas 18 pejabat JPT Pratama atau Eselon II.b, sembilan pejabat Eselon III.a, satu pejabat Eselon III.b, serta dua pejabat fungsional madya.
Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar mengatakan, pemetaan kompetensi diperlukan agar pengelolaan dan pengembangan aparatur memiliki basis data yang lebih jelas.
Menurutnya, hasil profiling akan memberikan gambaran kompetensi ASN secara lebih komprehensif sehingga pengembangan sumber daya aparatur dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
“Profiling menjadi bagian penting dalam mendukung upaya Pemkab Kuningan membangun manajemen talenta ASN yang lebih terarah, berbasis data, serta sesuai dengan pemetaan kompetensi aparatur,” kata Dian.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan U. Kusmana menjelaskan, profiling tersebut merupakan tindak lanjut dari pemetaan hasil penilaian kompetensi ASN yang sebelumnya dilakukan Pemkab Kuningan.
Sejumlah ASN perlu mengikuti profiling kembali karena masa berlaku hasil asesmennya mendekati tiga tahun. Selain itu, terdapat pejabat Eselon II yang sebelumnya belum mengikuti profiling atau asesmen pada jenjang tersebut.
“Kegiatan profiling tidak hanya menjadi proses penilaian, tetapi juga bagian dari pemutakhiran data kompetensi ASN untuk menyediakan profil ASN yang komprehensif dan terintegrasi,” ujar U. Kusmana.
Ia mengatakan, data kompetensi yang diperbarui nantinya menjadi salah satu basis dalam pengelolaan dan pengembangan talenta ASN sesuai kebutuhan organisasi.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan Beni Prihayatno mengatakan, program Pro ASN menjadi bagian dari upaya memperluas profiling ASN di lingkungan Pemkab Kuningan.
Menurut Beni, semula Kuningan mendapat kuota 570 peserta. Namun, melalui dukungan Kepala Kanreg III BKN Bandung, Wahyu kuota tersebut bertambah menjadi 3.000 ASN.
“Awalnya kuota Kuningan hanya 570 peserta, namun berkat dukungan Kepala Kanreg III BKN Bandung, Bapak Wahyu, kuota bertambah menjadi 3.000 peserta. Ini tentu sangat membantu daerah,” katanya.
Beni menambahkan, profiling berlangsung sekitar 2,5 jam. Peserta akan menjalani penilaian untuk memperoleh gambaran potensi dan kompetensi secara lebih objektif dan terukur.
Selain memperbarui basis data ASN, kegiatan tersebut juga mendukung percepatan penerapan Manajemen Talenta ASN melalui Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA) BKN.
Langkah tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut Surat Edaran Kepala BKN Nomor 6 Tahun 2026 tentang Profiling Aparatur Sipil Negara dalam rangka percepatan penerapan manajemen talenta instansi pemerintah.
Dengan data kompetensi dan potensi yang lebih lengkap, Pemkab Kuningan diharapkan dapat mengembangkan aparatur berdasarkan kebutuhan organisasi, tidak hanya berdasarkan data administratif. (Angga)


Tinggalkan Balasan