BULOG Cirebon Salurkan 89 Ton Beras SPHP dan 93 Ribu Liter Minyakita Lewat KDKMP
KAB. CIREBON, (FC).- Perum BULOG Kantor Cabang Cirebon menyalurkan 89 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta 93 ribu liter minyak goreng MINYAKITA melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau.
Kepala Perum BULOG Kantor Cabang Cirebon, Abdillah Luhur Nuratmaja, mengatakan, hingga Senin (19/10), sebanyak 31 KDKMP telah terdaftar sebagai Rumah Pangan Kita (RPK) BULOG. Dari jumlah tersebut, 10 koperasi di antaranya sudah aktif melakukan transaksi.
“Sebanyak 31 KDKMP telah terdaftar sebagai RPK BULOG, dan 10 di antaranya sudah aktif bertransaksi,” ujarnya.
Menurut Abdillah, KDKMP memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis BULOG dalam memperluas jaringan distribusi pangan hingga tingkat desa dan kelurahan.
Selain beras SPHP dan MINYAKITA, BULOG Cirebon juga menyalurkan komoditas pangan lainnya melalui jaringan koperasi, di antaranya gula dan tepung terigu.
Penguatan distribusi melalui KDKMP diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok, tetapi juga mendorong perkembangan koperasi sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan.
Wilayah kerja BULOG Cirebon meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan. Cakupan tersebut menjadi peluang untuk memperluas jangkauan pemasaran komoditas pangan melalui koperasi yang tersebar di wilayah tersebut.
Untuk memastikan penyaluran berjalan optimal, BULOG Cirebon terus memperkuat koordinasi dengan pengelola KDKMP, AGRINAS, serta para pemangku kepentingan terkait. Koordinasi tersebut mencakup kelancaran pemesanan, ketersediaan stok, hingga distribusi komoditas kepada masyarakat.
BULOG berharap semakin banyak KDKMP yang aktif menjadi mitra distribusi sehingga penyaluran pangan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, keberadaan KDKMP diharapkan tidak hanya memperkuat akses masyarakat terhadap bahan pangan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi koperasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa dan kelurahan. (Nawawi)


Tinggalkan Balasan