KAB. CIREBON, (FC).- Di saat semua industri rotan sedang lesu karena anjloknya permintaan pasar akibat pandemi Covid-19, pengusaha rotan home imdustri di Desa Tegalwangi Kabupatrn Cirebon tetap melakukan aktifitasnya.

Hendrayadi, pengusaha home industri rotan yang mengesub ke salah satu Pabrik Rotan tetep melanjutkan usahanya demi melanjutkan kebutuhan sehari harinya, dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

Hendrayadi mengungkapkan, setelah beberapa bulan pasar anjlok akibat pandemi Covid-19, permintaan produk rotan sebenarnya mulai meningkat dari tahun sebelumnya.

“Tahun 2020 lalu, order yang kami terima sampai naik 90 persen, namun terpaksa kami tolak karena bahan baku sulit kami dapatkan. Daripada menerima order, namun beresiko tidak dapat memenuhi pesanan,” katanya, saat ditemui Fajar Cirebon, Jumat (21/1).

Ia bersyukur selama awal tahun ini omset penjualan untuk penjualan tingkat lokal meningkat dari sebelum nya sekitar 60%.

Salah satu produknya seperti, kursi donat, kursi anak yang masih banyak peminatnya, karena sering di pakai di sepeda motor bagi yang membawa anak kecil.

Penjualan dari kerajinan rotan yang selama ini diproduksi bisa tembus di pasaran lokal, seperti kota Kuningan, Majalengka, Indramayu, dan khususnya Kabupaten Cirebon.

Dia berharap kedepannya bisa masuk ke golongan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), karena bisa mendapatkan jaringan yang luas, dan menambah pinjaman modal dari instansi terkait,. (Herman/Job/FC).