KAB.CIREBON, (FC).- Warga pesisir Kabupaten Cirebon mendapat bantuan sarana air bersih melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Korea Midland Power (KOMIPO) dan PT Cirebon Power Services (CPS).

Bantuan tersebut diwujudkan melalui pembangunan fasilitas pengeboran air di tiga titik wilayah Kecamatan Mundu dan Astanajapura.

Peresmian dan penyerahan bantuan hasil kerja sama dengan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Barat itu dipusatkan di Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu, Rabu (4/11).

Fasilitas pengeboran dibangun untuk menjawab keterbatasan akses air tawar yang selama ini dihadapi masyarakat pesisir.

Kondisi geografis wilayah tersebut membuat pengeboran harus dilakukan hingga kedalaman tertentu agar menghasilkan air yang tidak payau atau asin.

Selain tiga titik pengeboran dengan kedalaman rata-rata mencapai 120 meter, bantuan CSR juga meliputi pengadaan pompa air sumur untuk empat desa.

Perusahaan turut menyalurkan tempat sampah khusus botol plastik kepada tiga sekolah dasar untuk mendukung kebersihan lingkungan dan edukasi pengelolaan sampah sejak dini.

President Director PT Cirebon Power Services, Moon Sang Woo, mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen KOMIPO dan CPS untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional pembangkit listrik Cirebon Power Unit 1.

Menurutnya, keberadaan perusahaan tidak hanya berorientasi pada operasional pembangkit, tetapi juga harus memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat hadir mewakili KOMIPO dan CPS. Kami berharap bantuan ini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak,” ujarnya.

Moon menjelaskan, KOMIPO merupakan perusahaan asal Korea Selatan yang menjadi salah satu bagian dalam pengelolaan PLTU Cirebon Power Unit 1.

Sementara CPS bertanggung jawab dalam kegiatan operasional dan pemeliharaan pembangkit tersebut.

Ia juga mengapresiasi Ditpolairud Polda Jabar yang telah membantu menjembatani aspirasi masyarakat dengan perusahaan sehingga kebutuhan warga dapat ditindaklanjuti melalui program CSR.

Sementara itu, Plt Kasubdit Fasharkan Ditpolairud Polda Jabar, Kompol Sakur, mengatakan, bantuan tersebut berawal dari keluhan masyarakat pesisir, terutama nelayan, yang kesulitan mendapatkan air tawar untuk kebutuhan sehari-hari.

Aspirasi itu diketahui anggota Polmas saat melakukan kegiatan sambang pada 19 Juli 2026. Setelah menerima keluhan warga, Ditpolairud kemudian berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk mencari solusi melalui bantuan sarana pengeboran air.

“Keluhan masyarakat selama ini adalah sulitnya mendapatkan air tawar. Jika pengeboran kurang dari 100 meter, air yang keluar biasanya masih payau atau asin,” jelas Sakur.

Ia menyebutkan, pembangunan fasilitas pengeboran di tiga titik tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya warga di lingkungan RT dan RW penerima manfaat.

Di sisi lain, Kuwu Waruduwur, Yadi, menyampaikan apresiasi kepada KOMIPO, PT Cirebon Energi Prasarana (CEP), CPS, Ditpolairud Polda Jabar, pemerintah kecamatan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan tersebut.

Menurut Yadi, kepedulian KOMIPO terhadap masyarakat Waruduwur telah berlangsung sejak 2019 dan mulai aktif direalisasikan pada Januari 2020. Dukungan tersebut terus berjalan, termasuk ketika pandemi Covid-19 hingga saat ini.

Ia berharap kerja sama antara perusahaan, kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dapat terus berlanjut sehingga berbagai kebutuhan warga pesisir, terutama akses air bersih, mendapat perhatian secara berkelanjutan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan perhatian yang selama ini diberikan kepada masyarakat Waruduwur. Semoga kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang,” tuturnya. (Nawawi)