KUNINGAN, (FC).- Memantau kesehatan kini bisa dilakukan melalui telepon seluler. Inovasi tersebut dihadirkan startup lokal asal Kabupaten Kuningan melalui aplikasi Taku Sehat yang dilengkapi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Aplikasi ini menawarkan sejumlah fitur, mulai dari pencatatan riwayat kesehatan, saran pola hidup sehat, pengingat konsumsi obat, hingga kalender menstruasi dan jadwal imunisasi anak.

Taku Sehat diperkenalkan kepada masyarakat dalam kegiatan DTBL 3 Trail Run 2026 di kawasan wisata Talaga Surian, Kabupaten Kuningan, Sabtu (17/10).

Dalam kegiatan tersebut, Taku Sehat juga menjadi mitra pendukung dengan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta.

Direktur Taku Sehat, Kukuh Nimanola, mengatakan aplikasi tersebut dikembangkan untuk membantu masyarakat mengelola informasi kesehatan secara praktis melalui ponsel.

“Misalnya, kita sudah menjalani pemeriksaan gula darah, kolesterol, atau asam urat. Hasilnya bisa dimasukkan ke aplikasi. Nanti aplikasi memberikan saran mengenai pola hidup sehat atau langkah yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan,” kata Kukuh.

Menurutnya, Taku Sehat tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan data kesehatan. Teknologi AI di dalamnya dirancang untuk mengolah informasi yang dimasukkan pengguna dan memberikan saran terkait upaya menjaga kesehatan.

Pengguna juga dapat memanfaatkan fitur pengingat konsumsi obat, pencatatan riwayat kesehatan, kalender menstruasi, serta jadwal imunisasi anak. Berbagai fitur tersebut diharapkan membantu masyarakat lebih disiplin dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Kukuh menjelaskan, gagasan pengembangan aplikasi tersebut muncul seiring pesatnya perkembangan teknologi AI. Ia melihat peluang untuk menghadirkan layanan berbasis kecerdasan buatan yang secara khusus berfokus pada kebutuhan kesehatan masyarakat.

“Sekarang dunia sedang gencar-gencarnya menggunakan AI. Kami ingin membuat AI yang khusus untuk kesehatan, sehingga bisa membantu masyarakat menjaga kesehatannya,” ujarnya.

Meski baru diluncurkan sekitar empat hingga lima bulan lalu, Kukuh menyebut Taku Sehat telah memiliki sekitar 1.000 pengguna. Aplikasi tersebut dapat diunduh secara gratis melalui Google Play Store.

Untuk saat ini, pengguna masih harus memasukkan data kesehatan secara manual, termasuk hasil pemeriksaan tekanan darah dan parameter kesehatan lainnya.

Ke depan, pengembang berencana mengintegrasikan aplikasi dengan layanan kesehatan digital agar proses pencatatan data menjadi lebih praktis.

Taku Sehat dikembangkan oleh putra daerah dan berkantor di wilayah Desa Kasturi, Kabupaten Kuningan. Kukuh berharap aplikasi tersebut dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Kehadiran Taku Sehat menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

Namun, informasi dan saran yang diberikan AI tetap perlu digunakan secara bijak. Aplikasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun konsultasi langsung dengan tenaga medis. (Angga)