Hibar Budaya Hawwu Buka Peluang Pasar UMKM Kuningan
KUNINGAN, (FC).- Hibar Budaya Milangkala ke-6 Saung Kopi Hawwu mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kuningan. Kegiatan yang menggabungkan pelestarian budaya dengan pengembangan ekonomi kreatif tersebut dinilai mampu menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan pasar.
Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kuningan H Toni Kusumanto mengatakan, pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan meningkatkan kualitas produk. Pelaku usaha juga harus mampu memperkuat pemasaran, pengembangan usaha, hingga menjaga keberlanjutan produksi.
Menurut Toni, kegiatan seperti Hibar Budaya menjadi salah satu wadah strategis untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat sebagai calon konsumen.
“Ketika produksi sudah bagus, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pemasarannya. Kami mengapresiasi Saung Kopi Hawwu karena memberikan ruang kepada pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya,” ujar Toni saat ditemui di sela kegiatan Hibar Budaya Milangkala ke-6 Saung Kopi Hawwu, Rabu (23/9).
Ia menilai, kegiatan berbasis budaya dan kreativitas dapat membantu pelaku UMKM membangun jejaring pemasaran yang lebih luas. Namun, meningkatnya permintaan pasar juga harus diimbangi dengan kesiapan produksi.
Toni mengingatkan agar pelaku UMKM mampu menjaga kapasitas produksi ketika produknya mulai dikenal masyarakat.
“Jangan sampai menjadi happy problem. Ketika pesanan meningkat, tetapi kemampuan produksi tidak siap, justru akan menjadi kendala bagi pelaku usaha,” katanya.
Selain pemasaran, Toni juga mendorong pelaku UMKM untuk melengkapi legalitas usaha. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus membantu pelaku usaha agar mampu berkembang secara lebih profesional.
Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disporapar Kuningan Dading Fajarudin menilai Hibar Budaya Saung Kopi Hawwu menjadi contoh kolaborasi antara budaya dan ekonomi kreatif.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan karya dan membangun koneksi.
“Kami merasa bangga karena pelestarian budaya ada di sini, termasuk produk-produk ekonomi kreatif juga ikut ditampilkan,” ujar Dading.
Ia menyebut, berbagai rangkaian kegiatan seperti pertunjukan budaya, workshop membatik, hingga kegiatan kopi menjadi sarana untuk mengangkat potensi masyarakat Kuningan.
Dading berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda rutin yang mampu memberikan dampak positif bagi pelaku seni, budaya, maupun UMKM.
“Ini agenda yang harus kita dukung. Pemerintah harus hadir sebagai bentuk sinergi dengan pelaku seni budaya dan komunitas,” katanya.
Menurut Dading, Hibar Budaya Saung Kopi Hawwu juga telah menjadi bagian dari calendar of event Jawa Barat. Ke depan, kegiatan tersebut diharapkan semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi kreatif daerah.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha, Hibar Budaya Saung Kopi Hawwu diharapkan tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya Sunda, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi UMKM Kuningan untuk memperluas pasar. (Angga)


Tinggalkan Balasan