Mangrove Ambulu Disiapkan Jadi Ekowisata, Dorong Ekonomi Warga Pesisir
KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon terus mendorong pengembangan kawasan Hutan Mangrove Ambulu menjadi destinasi ekowisata sekaligus pusat edukasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kuwu Ambulu, Sunaji mengatakan, gagasan pengembangan kawasan mangrove telah dirintis sejak 2018. Saat itu, pihaknya melihat potensi mangrove tidak hanya sebagai pelindung alami wilayah pesisir dari abrasi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan wisata.
“Potensi alam ini harus dikembangkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sunaji, Minggu (20/9).
Menurutnya, salah satu daya tarik kawasan Mangrove Ambulu adalah keberadaan burung pelikan yang bermigrasi dan singgah setiap April. Fenomena tersebut menjadi keunikan tersendiri yang mampu menarik perhatian wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara dari Jepang.
Dalam pengelolaannya, Pemdes Ambulu menggandeng pemuda melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kawasan mangrove kemudian dikembangkan dengan berbagai konsep wisata, salah satunya wisata pemancingan berbasis potensi ekosistem pesisir.
Sunaji menyebut, pengelolaan kawasan tersebut sempat memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa. Bahkan, usaha wisata yang dikembangkan mampu mencapai titik impas atau Break Even Point (BEP) dalam waktu sekitar 10 bulan.
Namun, pengembangan kawasan sempat mengalami jeda sehingga beberapa fasilitas mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan. Kini, pengelolaan kembali dilanjutkan melalui dukungan Pemerintah Kabupaten Cirebon, dunia pendidikan, serta kerja sama dengan Telkom University.
“Yang dibangun bukan hanya tempat wisata, tetapi juga pusat edukasi dan pemberdayaan warga,” katanya.
Selain sektor wisata, kawasan mangrove juga diarahkan untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan budidaya udang dan pembesaran kepiting. Program tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Sunaji menegaskan, pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu mengoptimalkan potensi lokal dan meningkatkan kapasitas masyarakat.
“Fokus melayani warga dengan niat baik adalah kuncinya, agar setiap langkah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya. (Nawawi)



Tinggalkan Balasan