KAB.CIREBON, (FC).- Sebanyak 89 SMP negeri dan swasta di Kabupaten Cirebon telah menggelar pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS secara serentak melalui Pemilihan Raya Putih Biru (PRaBu) 2026.

Para ketua dan wakil ketua OSIS terpilih dikukuhkan dalam acara yang dipusatkan di halaman SMPN 1 Suranenggala, Kamis (10/9).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon mengenalkan praktik demokrasi secara langsung kepada pelajar sejak bangku SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon H. Ronianto mengatakan, PRaBu dirancang menyerupai tahapan pemilu sebenarnya, mulai dari proses pencalonan, pendaftaran pemilih hingga pemungutan suara.

“Ini merupakan kegiatan puncak setelah pelaksanaan Pemilihan Raya Putih Biru bulan kemarin. Hari ini anak-anak kita dikukuhkan menjadi ketua dan wakil ketua OSIS,” ujar Ronianto.

Menurutnya, pelaksanaan PRaBu melibatkan KPU dan Bawaslu Kabupaten Cirebon. Mekanisme pemilihan dibuat sedekat mungkin dengan proses demokrasi di masyarakat, namun tetap disesuaikan dengan kondisi dan lingkungan sekolah.

Proses pencalonan tidak dilakukan dengan penunjukan guru. Para siswa dapat mengusung calon melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti Pramuka, Paskibra, pencak silat dan olahraga. Antar-ekstrakurikuler kemudian dapat membentuk koalisi hingga melahirkan pasangan calon.

“Jadi mereka tahapan-tahapan pelaksanaan pemilu ini kami bekerja sama dengan KPU dan Bawaslu. Anak-anak betul-betul mengalami proses demokrasi, bukan hanya mendapatkan teori di dalam kelas,” katanya.

Ronianto menilai pengalaman tersebut penting, terutama bagi siswa kelas 8 dan 9 yang dalam beberapa tahun mendatang akan memasuki usia pemilih pemula.

“Diharapkan mereka nanti menjadi pemilih pemula pada 2029. Kami ingin menyadarkan mereka bahwa pemilu itu penting bagi negara, sehingga nantinya tidak golput dan bisa meningkatkan partisipasi pemilih di Kabupaten Cirebon,” jelasnya.

Ia menambahkan, PRaBu akan dijadikan agenda tahunan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon. Ke depan, cakupan kegiatan akan diperluas dengan melibatkan madrasah di bawah Kementerian Agama serta jenjang SMA yang berada di bawah koordinasi KCD Provinsi Jawa Barat.

Ketua KPU Kabupaten Cirebon Esya Karnia Puspawati mengatakan, keterlibatan KPU dalam kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan literasi dan partisipasi demokrasi sejak usia sekolah.

“SMP ini yang usianya sudah 14 tahun akan menjadi pemilih pemula atau first voter di tahun 2029 nanti,” katanya.

KPU juga telah menyiapkan buku panduan penyelenggaraan pemilihan Ketua OSIS agar pelaksanaan di setiap sekolah memiliki tahapan yang seragam. Dengan konsep tersebut, sekolah menjadi laboratorium demokrasi bagi para pelajar.

Esya menyebut terdapat sejumlah pembaruan dalam PRaBu 2026. Salah satunya membuka ruang pencalonan perseorangan dengan alokasi lima persen dari setiap sekolah.

“Demokrasi yang inklusifnya dapat. Jadi konteks pencalonan bukan hanya dari ekstrakurikuler, tetapi ada juga pencalonan perseorangan,” ujarnya.

Menurut Esya, simulasi pemilu tersebut tidak sepenuhnya dibuat sama dengan pemilu maupun pilkada. Tahapannya disederhanakan agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Ke depan, KPU berharap kegiatan tersebut dapat masuk dalam kalender pendidikan Kabupaten Cirebon dan dilaksanakan secara berkelanjutan, termasuk pada jenjang MTs, MA dan SMA.

“Demokrasi itu inklusif, tidak tersegmentasi kepada usia tertentu. Kita mencoba memberikan pemahaman bahwa demokrasi itu dekat dengan kita,” tuturnya.

Ia menekankan, perbedaan pilihan dalam demokrasi harus dikenalkan sebagai sesuatu yang wajar. Terlebih, Cirebon memiliki sejarah panjang sebagai ruang pertemuan berbagai etnis dan budaya.

“Memilih dengan berbeda itu adalah sesuatu hal yang manusiawi. Perbedaan pandangan, perbedaan pilihan, perbedaan pendapat itu tidak menjadi sebuah perpecahan, tetapi persatuan itu sendiri,” pungkasnya. (Ghofar)