Gagal Panen Akibat Kekeringan, Petani Cirebon Bisa Ajukan Bantuan Benih
KAB.CIREBON, (FC).- Petani di Kabupaten Cirebon yang mengalami gagal panen atau puso akibat kekeringan pada 2026 tidak mendapatkan klaim penggantian melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Pasalnya, Kabupaten Cirebon tidak memperoleh alokasi program AUTP tahun ini.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Deny Nurcahya mengatakan, kondisi tersebut membuat petani tidak memiliki perlindungan asuransi ketika tanaman mengalami kerusakan akibat faktor cuaca, khususnya kekeringan.
“Untuk tahun ini kita tidak dapat alokasi AUTP. Jadi kalau terjadi gagal panen, petani tidak mendapatkan penggantian untuk tanam kembali,” ujar Deny, Minggu (6/9).
Meski demikian, Dinas Pertanian masih membuka peluang untuk mengusulkan bantuan benih bagi petani terdampak. Bantuan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai modal tanam pada musim berikutnya.
“Kalau untuk yang gagal panen sekarang, kemungkinan bisa kita usulkan bantuan benih untuk musim berikutnya,” katanya.
Menurut Deny, langkah antisipasi lain yang perlu dilakukan petani adalah mempercepat waktu tanam dan menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca.
Hal tersebut penting, terutama bagi wilayah yang memiliki riwayat kekeringan setiap tahun.
“Jika sumber air tidak memungkinkan untuk diandalkan, strategi waktu tanam menjadi pilihan paling realistis untuk meminimalkan risiko gagal panen,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengaturan pola tanam dapat membantu mengurangi risiko tanaman memasuki masa kritis saat musim kemarau panjang. Dengan demikian, potensi lahan pertanian mengalami puso dapat ditekan.
Sebelumnya, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon memperkirakan sekitar 20 hingga 30 hektare sawah berpotensi mengalami gagal panen akibat dampak kekeringan.
Sejumlah laporan terkait potensi puso telah masuk dari beberapa wilayah, di antaranya Kecamatan Ciwaringin dan Beber. Petugas lapangan masih melakukan pemantauan untuk memastikan luas lahan terdampak.
“Potensi puso kemungkinan sekitar 20 hektare atau 30 hektare ada. Beberapa sudah ada laporan di Ciwaringin, Beber juga ada sebagian. Mudah-mudahan bisa segera tertanggulangi,” pungkas Deny. (Ghofar)



Tinggalkan Balasan