Pustades Cibogo Jadi Motor Literasi, Warga Didorong Kembangkan UMKM
KAB.CIREBON, (FC).- Perpustakaan Desa (Pustades) Cibogo, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, terus dikembangkan tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.
Melalui konsep literasi berbasis inklusi sosial, Pustades Cibogo diarahkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendorong kemajuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kuwu Desa Cibogo, Ahmad Hudori, mengatakan keberadaan Pustades menjadi salah satu upaya pemerintah desa dalam membangun budaya membaca di tengah masyarakat.
Menurutnya, literasi memiliki peran penting dalam membuka wawasan dan menciptakan masyarakat yang lebih mandiri.
“Membaca membuka wawasan. Pengetahuan yang didapat masyarakat bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Ahmad Hudori, Rabu (29/7).
Kuwu yang akrab disapa Ahud itu menjelaskan, Pustades Cibogo kini tidak hanya menyediakan koleksi bacaan, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai informasi dan keterampilan.
Melalui program desa literasi berbasis inklusi sosial, masyarakat didorong memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh dari perpustakaan untuk menciptakan kegiatan produktif, termasuk mengembangkan usaha ekonomi keluarga.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya datang untuk membaca, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh menjadi sesuatu yang bermanfaat,” katanya.
Menurut Ahud, keberhasilan pengembangan Pustades tidak terlepas dari peran aktif masyarakat yang mulai memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber pembelajaran.
Dukungan dari berbagai pihak juga menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem literasi di Desa Cibogo.
Didampingi Kasi Perencanaan Desa Cibogo, Agus Sutrisno, Ahud menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) serta seluruh masyarakat yang telah mendukung pengembangan Pustades.
Ia berharap keberadaan perpustakaan desa dapat terus berkembang menjadi pusat peningkatan kapasitas warga, sehingga budaya membaca mampu melahirkan masyarakat yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing.
“Terima kasih kepada Disarpus dan seluruh masyarakat yang telah mendukung. Mari terus budayakan membaca, karena pengetahuan akan melahirkan masyarakat yang lebih maju dan bermanfaat bagi desa, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (Nawawi)



Tinggalkan Balasan