KAB.CIREBON, (FC).- Semangat demokrasi mulai ditanamkan sejak bangku sekolah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon menggagas Pemilihan Raya Putih Biru (PRaBu), sebuah program pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS tingkat SMP secara serentak yang mengadopsi prinsip penyelenggaraan pemilu.

Melalui program tersebut, puluhan ribu pelajar diharapkan tidak hanya menjadi pemilih di masa depan, tetapi juga memahami proses demokrasi secara langsung sejak dini.

Gagasan PRaBu diperkenalkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis Panduan Pemilihan Raya Putih Biru yang diikuti 80 pembina OSIS SMP Negeri se-Kabupaten Cirebon di SMP Negeri 1 Sumber, Sabtu (25/7).

Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati, mengatakan PRaBu bukan sekadar menyamakan waktu pelaksanaan pemilihan OSIS, tetapi juga menyusun standar tahapan agar seluruh sekolah memiliki pedoman yang sama dalam menjalankan proses demokrasi.

Menurutnya, kreativitas setiap sekolah tetap diberikan ruang, sementara yang diseragamkan adalah mekanisme penyelenggaraan mulai dari tahapan pemilihan hingga pemungutan suara.

“Yang kita bangun adalah miniatur demokrasi di sekolah. Anak-anak tidak hanya memilih ketua OSIS, tetapi juga belajar bagaimana proses demokrasi berjalan dengan benar,” ujar Esya.

Ia menjelaskan, ide pelaksanaan PRaBu muncul setelah KPU Kabupaten Cirebon melakukan program KPU Goes to School bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon.

Dari kegiatan tersebut, ditemukan masih banyak variasi dalam pelaksanaan pemilihan OSIS di sejumlah sekolah.

Beberapa sekolah bahkan, kata Esya, masih menerapkan mekanisme yang belum sesuai dengan prinsip demokrasi, seperti mencantumkan nomor absen siswa pada surat suara sehingga dapat diketahui siapa yang telah menggunakan hak pilihnya.

“Padahal dalam pemilu, asas kerahasiaan suara merupakan hal penting. Dari pengalaman itulah kami menyusun panduan agar pemilihan OSIS benar-benar menjadi sarana pendidikan demokrasi,” katanya.

Melalui PRaBu, pelaksanaan pemilihan OSIS diarahkan mengikuti prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil).

Siswa juga akan dikenalkan dengan berbagai tahapan pemilu, mulai dari pendataan pemilih, pembentukan panitia, hingga proses pencoblosan.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Cirebon, Masyhuri Abdul Wahid, mengatakan program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk membangun budaya demokrasi.

“Yang kita lakukan hari ini adalah menyiapkan generasi pemilih masa depan. Pengalaman mengikuti seluruh tahapan pemilihan di sekolah akan menjadi bekal ketika mereka pertama kali menggunakan hak pilih pada Pemilu 2029,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kabupaten Cirebon, Khairil Ridwan, menyebutkan mekanisme PRaBu dirancang menyerupai proses pemilu sebenarnya.

Mulai dari penyusunan daftar pemilih, pembentukan Tempat Pemungutan Suara (TPS), hingga pelaksanaan pemungutan suara.

“Data peserta didik akan disusun menjadi daftar pemilih dengan mencantumkan nama, kelas, jenis kelamin, serta pembagian TPS. Siswa juga diberikan pengalaman menjadi bagian dari penyelenggara,” jelas Khairil.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, menyambut positif program tersebut. Menurutnya, pemilihan OSIS serentak menjadi inovasi pendidikan yang sejalan dengan upaya membentuk karakter demokratis generasi muda.

“Pemilihan OSIS selama ini sudah rutin dilakukan. Namun dengan konsep serentak dan menggunakan mekanisme demokrasi seperti pemilu, nilai pendidikannya menjadi lebih kuat,” ujarnya.

Ronianto menyampaikan, pemungutan suara PRaBu direncanakan berlangsung pada 10 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum bersama bagi seluruh SMP di Kabupaten Cirebon dalam menghadirkan pendidikan demokrasi yang nyata.

“Kalau memungkinkan, pelantikan Ketua dan Wakil Ketua OSIS terpilih juga dapat dilakukan secara serentak agar semangat kebersamaan semakin terasa,” katanya.

Dengan hadirnya PRaBu, KPU dan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga menjadi ruang awal bagi lahirnya generasi muda yang memahami demokrasi, memiliki tanggung jawab sosial, dan siap menjadi pemimpin masa depan. (Ghofar)