KAB.CIREBON, (FC).- Sampah yang berserakan di sepanjang jalan Lemahabang – Japura menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Lemahabang, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Kondisi tersebut dikeluhkan warga dan direspons langsung oleh Sekretaris Desa Lemahabang, Ahmad Halim, Kamis (7/8).

Dalam keterangannya, Ahmad Halim menyampaikan, bahwa tumpukan sampah liar di sepanjang jalur penghubung antar desa itu sudah berlangsung cukup lama, namun belum ada solusi konkret dari pihak terkait.

“TPS kami memang sudah lama ada dan beroperasi, tapi ukurannya kecil. Pengolahannya pun masih manual dengan sistem pembakaran. Sampah produktif seperti plastik dan botol bekas kami pilah dan dimanfaatkan oleh Karang Taruna,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterbatasan anggaran desa menjadi kendala utama dalam memperluas kapasitas TPS maupun menyediakan sarana pendukung seperti drum plastik di setiap blok pemukiman.

Melihat kenyataan tersebut, Ahmad Halim mengusulkan kepada Pemkab Cirebon agar membangun TPS berskala besar yang dapat dimanfaatkan bersama oleh desa-desa sekitar, seperti Japura Kidul, Japurabakti, Japura Lor, Lemahabang Kulon, Lemahabang, dan Lemahabang Wetan.

“Kalau bisa, dibangun satu TPS besar di titik strategis, misalnya di perbatasan Lemahabang Kulon dan Lemahabang Wetan. Ini akan sangat membantu menampung sampah dari beberapa desa sekaligus agar tidak lagi berserakan di jalan,” tambahnya.

Ahmad Halim berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon dapat memfasilitasi pembangunan tersebut, baik dari sisi perencanaan teknis maupun anggaran pelaksanaannya.

“Kalau TPS dibangun gede dan memadai, sampah liar yang selama ini berserakan bisa dikondisikan dan tidak menimbulkan pencemaran,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono memastikan pihaknya akan segera memberikan perhatian terhadap kondisi yang terjadi di Desa Lemahabang.

“Kami akan segera memberikan perhatian dan siap berkolaborasi dengan pemerintah desa maupun masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah liar,” ujar Dede saat dikonfirmasi.

Menurutnya, penanganan masalah sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, tetapi juga perlu dukungan penuh dari pemerintah kabupaten dan kesadaran masyarakat.

Ia menegaskan, dalam waktu dekat pihak DLH akan turun langsung ke lokasi guna melihat kondisi di lapangan dan membahas kemungkinan pembangunan TPS terpadu.

“Kita akan cek langsung ke lokasi. Nantinya akan dibahas kemungkinan penempatan TPS terpadu yang bisa digunakan oleh beberapa desa sekaligus,” jelas Dede.

Selain itu, DLH akan mendorong edukasi masyarakat agar memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Dengan adanya respon cepat dari DLH, diharapkan persoalan sampah liar yang selama ini menjadi keluhan warga di jalur Lemahabang-Japura dapat segera ditangani secara komprehensif dan berkelanjutan. (Nawawi)