MAJALENGKA, (FC).- Wakil Ketua Komisi IV DPRD Majalengka, Dhora Darojatin mendorong aparat penegak hukum menindak tuntas jaringan peredaran obat-obatan terlarang, yang diduga memanfaatkan area pemakaman dan hutan di Desa Talaga Kulon, Kecamatan Talaga, sebagai lokasi transaksi.
Hal itu disampaikan setelah dirinya ikut hadir dalam penelusuran dan aksi penggerebekan bersama warga dan aparat, Minggu (7/12) kemarin.
Dhora mengatakan laporan warga terkait aktivitas mencurigakan sebenarnya sudah cukup lama masuk. Ia menilai pergerakan lalu-lalang di lokasi yang semestinya sunyi membuat masyarakat semakin curiga.
“Ini daerah pemakaman dan hutan, tapi aktivitasnya ramai. Ini jelas tidak normal. Kami telusuri, dan ternyata ada bangunan, ada tempat duduk, ada saung. Warga sudah membakarnya karena disinyalir menjadi lokasi transaksi,” kata Dhora, Selasa (9/12).
Dia menegaskan, DPRD meminta aparat bergerak cepat, bukan hanya membubarkan aktivitas, tetapi memutus jaringan hingga ke pelaku utama.
Terpisah, warga bernama Lina menjadi salah satu saksi yang paling vokal menyampaikan keresahan. Ia menyebut transaksi obat-obatan terlarang berlangsung berulang kali di lokasi tersebut.
“Ada transaksi penjualan obat-obatan, sudah beberapa kali. Aparat juga pernah datang, tapi tetap saja ada lagi yang tak kapok,” tuturnya.
Menurut Lina, warga akhirnya sepakat merusak dan membakar saung yang dijadikan tempat berkumpul.
“Kami rusak tempat transaksinya karena warga sudah resah. Semoga tidak ada lagi peredaran narkoba. Ini merusak generasi muda,” tegasnya.
Kasat Narkoba Polres Majalengka, AKP Sigit Purnomo, membenarkan pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat terkait dugaan peredaran obat-obatan terlarang di area pemakaman. Ia mengatakan penelusuran dilakukan bersama warga.
“Ada informasi orang yang diduga menjual obat-obatan terlarang. Kami bersama masyarakat mendatangi lokasi yang dimaksud,” ujar Sigit.
Dalam operasi itu, polisi mengamankan beberapa remaja yang datang ke tempat tersebut untuk menjalani pemeriksaan awal.
“Kami lakukan pengamanan terhadap sejumlah orang yang patut diduga berkeinginan membeli. Mereka diperiksa, termasuk tes urine. Namun untuk penjualnya belum ditemukan. Kami masih melakukan penyelidikan mendalam,” jelasnya.
Sigit menegaskan penyelidikan tidak berhenti di satu titik.
“Kami akan lanjutkan pendalaman, tidak hanya di sini. Kami imbau masyarakat melapor jika melihat aktivitas mencurigakan. Keterlibatan warga sangat membantu kami,” katanya. (Munadi)










































































































Discussion about this post