MAJALENGKA, (FC),– Wakil Ketua DPRD Majalengka H. Zuhana Zulfan menegaskan, bahwa pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan, yang menjadi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto saat ini. Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam sebuah acara dialog Ketahanan Pangan pada Senin (11/8).
Menurut Zuhana, tantangan ketahanan pangan di Majalengka bukan semata pada ketersediaan lahan atau sumber daya alam, melainkan minimnya sumber daya manusia yang menguasai ilmu pertanian dan rendahnya minat generasi muda untuk bergerak di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
“Terjadi pergeseran norma dan pemikiran pemuda, yang lebih memilih menjadi PNS, karyawan, atau buruh pabrik ketimbang menjadi petani,” ujar Ketua DPC PKB Majalengka itu.
Majalengka Punya 30 Ribu Hektare Sawah Produktif Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Majalengka, terdapat 30.996,42 hektare Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang menjadi cadangan pangan strategis daerah. Kendati demikian, besarnya lahan tersebut perlu diselaraskan akibat adanya alih fungsi lahan ke kawasan industri dan adanya revisi tata ruang wilayah.
Bukan hanya itu, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, bahwa prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan di Majalengka pada 2023 mencapai 7,9%. Kondisi itu lebih rendah dari rata-rata nasional 8,53%, namun meningkat 2,24% dalam lima tahun terakhir.
“Ketahanan pangan hanya bisa terjaga jika produktivitas pertanian ditingkatkan, infrastruktur pengolahan hasil pertanian diperkuat, dan petani dibekali keterampilan modern,” tegas Zuhana.
Zuhana pun mengusulkan sejumlah langkah konkret, mulai dari edukasi pertanian berkelanjutan, subsidi pupuk yang lebih mudah diakses, bantuan alat pertanian modern. Termasuk perlu adanya pembangunan lumbung penyimpanan hasil panen, pengolahan pascapanen, hingga stabilisasi harga pangan untuk melindungi pendapatan para petani.
“Saya usulkan perlu ada juga pemberdayaan petani melalui pelatihan dan pendidikan pertanian di SMK, agar lahir generasi petani muda yang produktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tuturnya.
Pemuda Sebagai Kader Ketahanan Pangan Terkait peran pemuda, lanjut Zuhana, dapat diwujudkan melalui program brigade pangan untuk mencetak petani muda yang tangguh dan inovatif. Selain itu pula, pihaknya mendorong pemuda Majalengka agar terlibat dalam Koperasi Merah Putih dan Program MBG yang fokus pada kemandirian pangan desa.Pariwisata Majalengka.
“Intinya pemuda harus menjadi kader peduli pertanian, karena masa depan pangan adalah masa depan bangsa,” pungkasnya. (Munadi)














































































































Discussion about this post