MAJALENGKA, (FC).- Bursa pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Majalengka periode 2026-2031 mulai menghangat. Sejumlah nama mulai membangun komunikasi politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Majalengka yang dijadwalkan berlangsung September 2026.

Salah satu nama yang memastikan diri ikut dalam kontestasi yakni Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramadhan.

Mantan Ketua KADIN Majalengka itu secara terbuka menyatakan kesiapannya maju memperebutkan kursi Ketua DPD Partai Golkar Majalengka. Pernyataan tersebut sekaligus menjawab kabar yang selama ini beredar di tengah masyarakat.

“Ya, betul. Insyaallah saya maju mencalonkan diri jadi Ketua DPD Partai Golkar Majalengka,” kata Dena, Kamis (27/8).

Dena mengatakan, keputusannya maju bukan semata-mata untuk mengejar posisi struktural di partai. Tapi ingin memperkuat konsolidasi internal, sekaligus membawa Partai Golkar Majalengka kembali menjadi kekuatan politik yang lebih besar.

“Ya, kalau target politik yang ingin saya dibangun, meski tidak mudah, saya bercita-cita menjadikan Golkar sebagai pemenang Pemilu 2029,” ujarnya.

Menurut Dena, target tersebut tentu membutuhkan kerja politik yang tidak ringan. Karena itu, jika nantinya mendapat amanah, ia mengaku akan membagi tugas sebagai wakil kepala bupati dan ketua partai secara proporsional dan profesional.

Dena menyadari dirinya tergolong pendatang baru dalam struktur Partai Golkar. Kondisi itu membuatnya harus menempuh sejumlah persyaratan agar dapat mengikuti kontestasi.

Salah satu langkah yang tengah ditempuh mengajukan diskresi kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar dan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat.

“Syarat administratif sedang ditempuh ya,” katanya.

 

Dena pun mengaku bersyukur karena mendapatkan support terhadap pencalonannya dirinya mulai bermunculan.

Bahkan ia menyebut, dukungan datang dari sejumlah organisasi sayap Golkar maupun Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Golkar. Sokongan tersebut dinilai menjadi modal sekaligus motivasi menjelang pelaksanaan Musda Golkar Majalengka yang akan digelar September 2026.

Ditanya bagaimana jika terpilih menjadi Ketua Golkar Majalengka dan hubungannya dengan Bupati Majalengka Eman Suherman?

Dena memastikan posisi tersebut tidak akan mengganggu hubungan baik maupun jalannya roda pemerintahan di Pemkab Majalengka. Komunikasi dan sinergi dengan Bupati Eman Suherman akan tetap berjalan seperti selama ini.

“Baik-baik saja. Sekarang juga baik, kan? Tak ada masalah,” kata Dena.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Musda Partai Golkar Majalengka, Memen Suryaman, menyambut positif munculnya kader-kader yang ingin maju dan membesarkan partai. Menurut Memen, pencalonan merupakan hak setiap kader sepanjang memenuhi ketentuan AD/ART serta aturan dan persyaratan organisasi.

Banyaknya nama yang muncul, kata dia, justru menjadi bagian dari dinamika demokrasi internal Partai Golkar.

“Bagus dong, biar dinamika parpol hidup,” kata Memen saat dihubungi via ponselnya.

Memen mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima, setidaknya terdapat tiga nama yang saat ini disebut-sebut akan maju dalam perebutan posisi Ketua DPD Partai Golkar Majalengka periode 2026-203. Ketiganya yakni H. Asep Eka Mulyana, Dena Muhamad Ramadhan, dan Abdul Thoyib.

Asep Eka Mulyana atau akrab disapa Jipep merupakan Ketua DPD Partai Golkar Majalengka petahana sekaligus Wakil Ketua DPRD Majalengka.

Sementara Dena merupakan Wakil Bupati Majalengka dan Abdul Thoyib merupakan anggota DPRD Kabupaten Majalengka. Ketiga nama tersebut disebut mulai melakukan komunikasi politik dengan Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar.

“Ketiga nama itu kabarnya saat ini terus menjalin komunikasi dengan PK-PK Golkar. Tapi kalau pendaftaran secara resminya belum,” ujar Memen.

Memen berharap seluruh tahapan menuju Musda Partai Golkar Majalengka berlangsung tertib dan kondusif. Proses pemilihan ketua harus tetap mengacu pada arahan DPP Partai Golkar dan DPD Partai Golkar Jawa Barat.

“Kami harapkan Musda ini tak hanya menjadi arena pergantian kepemimpinan, tapi menjadi momentum konsolidasi partai menyongsong Pemilu 2029 mendatang,” pungkasnya. (Munadi)