Wahyu Hidayah: Investasi Maju, Kuningan Melasat
KUNINGAN, (FC).- Proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan telah memasuki tahap uji kompetensi melalui sistem Manajemen Talenta (MT) yang digelar Komite Aparatur Sipil Negara (ASN) di Gedung UPTD Diklat BKPSDM Kuningan, Jumat (24/10).
Sebanyak 12 pejabat tinggi pratama mengikuti tahapan ini, termasuk Penjabat Sekda sekaligus Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Wahyu Hidayah.
Usai mengikuti uji kompetensi, Wahyu menegaskan pentingnya membuka ruang investasi sebagai strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menekan angka stunting di Kabupaten Kuningan.
“Kalau daya beli rendah, bagaimana kita bisa membeli bahan pangan? Dengan investasi maju, pekerja punya pendapatan, pengangguran berkurang, dan stunting bisa selesai dengan sendirinya,” ujarnya optimistis.
Menurut Wahyu, pembangunan investasi harus dijalankan dengan semangat kebersamaan.
“Sareundeuk saigel, investasi maju, Kuningan melesat,” tegasnya.
Ia juga menyinggung stigma lama bahwa Kuningan sulit berkembang karena dianggap wilayah konservasi.
Namun kini, kata Wahyu, pemerintah daerah telah melakukan evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) untuk menentukan kawasan industri yang sudah “clean and clear”.
Baca Juga: Tahun 2023, Investasi di Kuningan Capai 2,09 Triliun
“Dari dulu banyak yang melirik Kuningan, tapi terfreming dengan konservasi. Sekarang kami sudah evaluasi RTRW bersama LP2B. Wilayah industri sudah jelas, sementara LP2B itu harga mati,” ujarnya.
Wahyu memastikan arah pengembangan industri akan difokuskan di wilayah timur Kuningan yang dinilai memiliki potensi besar dengan risiko lingkungan yang rendah.
“Wilayah timur memang tanahnya kurang subur. Kalau untuk pertanian tidak cocok, tapi untuk peruntukan industri sangat potensial dan efek pengembangannya besar,” jelasnya.
Untuk menjaga iklim investasi yang kondusif, Wahyu menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan.
“Jangan sampai seperti di daerah lain, ormas justru jadi hambatan. Di Kuningan semua pihak harus mendukung agar investor merasa aman,” katanya.
Selain sektor industri, Wahyu juga menyoroti potensi pariwisata yang terus tumbuh. Berdasarkan data Diskatan, kunjungan wisatawan ke kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) mencapai sekitar satu juta orang setiap tahun, sementara empat juta kunjungan lainnya berasal dari destinasi wisata di luar kawasan tersebut.
“Setiap tahun destinasi baru terus bermunculan. PAD sektor wisata juga terus naik, baik dari tiket masuk, pajak restoran, maupun hotel,” tambahnya.
Dengan strategi penataan ruang yang matang dan dukungan seluruh pihak, Wahyu optimistis Kuningan akan menjadi daerah tujuan investasi berdaya saing tinggi di Jawa Barat.
“Yang penting kita jalani dengan mengalir, tapi tetap dengan ikhtiar terbaik,” pungkasnya. (Angga/Job/FC)



Tinggalkan Balasan