Tolak Geothermal, PKB Kuningan Soroti Ancaman terhadap Sumber Air Ciremai
KUNINGAN, (FC).- DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kuningan menyatakan penolakan terhadap rencana eksplorasi panas bumi atau geothermal di kawasan Gunung Ciremai.
Kekhawatiran terhadap keberlangsungan sumber daya air menjadi salah satu alasan utama partai tersebut mengambil sikap menolak.
Ketua DPC PKB Kuningan, H Ujang Kosasih, menegaskan penolakan tersebut merupakan keputusan organisasi yang disepakati seluruh jajaran pengurus, mulai dari tingkat cabang hingga anak cabang. Sikap itu juga akan diperjuangkan melalui jalur kelembagaan, termasuk di DPRD Kabupaten Kuningan.
“Secara institusional, PKB menolak geothermal di Kabupaten Kuningan. Ini sudah menjadi kesepakatan bulat seluruh pengurus DPC maupun DPAC. Kami menolak eksplorasi Gunung Ciremai untuk kepentingan geothermal,” tegas Ujang, Senin (12/10).
Menurut Ujang, Gunung Ciremai memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan air bagi masyarakat. Karena itu, rencana eksplorasi panas bumi di kawasan tersebut perlu mempertimbangkan secara serius berbagai potensi dampak terhadap lingkungan dan ekosistem.
Ia mempertanyakan sejauh mana keberlangsungan sumber air dapat dijamin apabila kegiatan eksplorasi geothermal dilaksanakan. Ujang khawatir aktivitas tersebut berpotensi memengaruhi debit air yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini Kuningan memiliki ketersediaan air yang berlimpah karena Gunung Ciremai. Pertanyaannya, apakah dengan adanya geothermal, ketersediaan air itu bisa tetap terjaga untuk kepentingan masyarakat? Perkiraan kami, kegiatan tersebut berpotensi mengurangi debit air. Belum lagi kemungkinan dampak lainnya,” ujarnya.
Meski demikian, kekhawatiran mengenai potensi penurunan debit air tersebut masih membutuhkan kajian ilmiah dan pembuktian teknis untuk memastikan besaran risiko yang mungkin terjadi.
Ujang mengatakan, PKB Kuningan berencana menyiapkan tim untuk memaparkan berbagai pertimbangan yang mendasari penolakan kepada masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperjelas alasan partai dalam menyikapi rencana pengembangan energi panas bumi di kawasan Gunung Ciremai.
Ia juga mengacu pada prinsip yang kerap disampaikan kalangan ulama, yakni mencegah kemudaratan lebih diutamakan daripada mengambil manfaat. Prinsip tersebut menjadi salah satu pertimbangan partai dalam menentukan sikap terhadap rencana geothermal.
Selain menyampaikan penolakan kepada masyarakat, Ujang meminta Fraksi PKB di DPRD Kuningan membawa keputusan partai tersebut ke dalam forum resmi lembaga legislatif.
“Fraksi harus menyampaikan sikap partai ini kepada DPRD. Ini merupakan keputusan institusi PKB, sehingga harus menjadi sikap bersama yang diperjuangkan melalui jalur kelembagaan,” tandasnya.
Dengan sikap tersebut, PKB Kuningan menegaskan penolakannya terhadap rencana geothermal di Gunung Ciremai. Partai itu menempatkan perlindungan sumber daya air dan kelestarian lingkungan sebagai pertimbangan utama, sembari mendorong penyampaian argumentasi melalui jalur organisasi dan kelembagaan. (Angga)


Tinggalkan Balasan