Terlalu, Ditemukan Banyak Alat Kontrasepsi Bekas di Belakang Terminal Harjamukti Dekat Sebuah Masjid
HARJAMUKTI, (FC).- Alat kontrasepsi bekas sejenis kondom ditemukan berserakan di lahan belakang Terminal Type A Harjamukti Kota Cirebon. Lokasi temuan tersebut juga tak jauh dari Masjid Jami Alhamdulillah Hidayah.
Sontak hal ini menimbulkan keprihatinan dari sejumlah elemen masyarakat.
Di dekat lokasi yang berada di Jalan Dukuhsemar, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon ini juga ada sebuah Sekolah Dasar Negeri.
Timbul dugaan kuat, bahwa di sekitar lokasi tersebut dipakai atau digunakan sebagai tempat melakukan perbuatan maksiat. Apalagi di malam hari, lokasi tersebut bisa dibilang sepi dari aktivitas warga.
Atas hal tersebut, pengamat sosial kemasyarakatan Hera Damayanti mengungkapkan keprihatinannya dengan adanya temuan alat kontrasepsi bekas itu.
Bukan hanya mengganggu kebersihan dan kenyamanan warga pengguna masjid, tapi temuan itu seakan mencoreng lingkungan yang notabene dekat tempat ibadah.
“Ini dekat masjid ya. Saya sebagai masyarakat sangat prihatin. Di sekitar masjid, di depan, belakang, kanan dan kiri, dengan radius sekitar 5 sampai 7 meter, banyak bungkus bekas alat kontrasepsi,” ungkap Hera, yang menyempatkan diri datang ke lokasi, Selasa (18/8).
Ia menilai, perlu ada perhatian dan pengawasan terhadap lingkungan sekitar masjid agar tidak disalahgunakan untuk aktivitas negatif. Hera juga meminta Pemerintah Kota Cirebon turun tangan.
Hera berharap, pemerintah daerah dapat membuka ruang bagi masyarakat maupun pihak swasta yang ingin membantu melakukan revitalisasi Masjid Al Hidayah.
“Kami memahami ketersediaan anggaran pemerintah daerah. Tetapi kalau ada masyarakat atau pihak swasta yang ingin merenovasi dan merevitalisasi masjid ini, tolong diberikan kemudahan selama fungsinya tetap sebagai rumah ibadah,” ujarnya.
Sementara itu, pengurus Masjid Al Hidayah, Riza, mengaku telah mengabdi untuk merawat masjid tersebut selama sekitar 13 tahun. Ia mengaku rutin membersihkan masjid setiap pagi.
“Kalau pagi saya menyapu. Kalau siang atau sore kotor, saya tidak bisa terus membersihkan karena saya juga mencari nafkah,” kata Riza. (Agus)



Tinggalkan Balasan