KUNINGAN, (FC).- Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi Gerindra H Rokhmat Ardiyan akhirnya angkat bicara merespons ramainya pemberitaan terkait pembukaan lahan baru di kawasan wisata Arunika, kaki Gunung Ciremai.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan pengembangan atau ekspansi wisata, melainkan penataan lingkungan yang diarahkan menjadi kawasan arboretum konservasi.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas informasi yang beredar kemarin. Perlu saya luruskan, ini bukan pengembangan wisata, melainkan penataan lingkungan yang akan dijadikan arboretum,” ujar Rokhmat Ardiyan saat ditemui di sela kegiatan penanaman pohon di Lamping Kidang, Kampung Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kamis (11/12).
Politisi Partai Gerindra yang juga dikenal sebagai pengusaha wisata di Kuningan itu menegaskan komitmennya terhadap pelestarian alam dan hutan di kawasan kaki Gunung Ciremai.
Menurutnya, kawasan pegunungan merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga sebagai bentuk tanggung jawab moral.
“Kawasan pegunungan adalah sumber kehidupan. Ini menjadi martabat kami untuk berkomitmen menjaga dan melestarikan hutan di sekitarnya,” kata pria yang akrab disapa HRA.
Ia menjelaskan, kegiatan penanaman pohon yang dilakukan merupakan langkah nyata dalam upaya pencegahan dini terhadap potensi bencana alam.
Hal tersebut, kata dia, juga dilatarbelakangi keprihatinan atas musibah banjir bandang dan longsor yang menimpa sejumlah daerah di Sumatra dan Aceh.
“Penanaman pohon adalah ikhtiar bersama untuk mencegah kerusakan lahan dan ekosistem, agar risiko bencana dapat ditekan,” ujarnya.
Kegiatan penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-76 Korem 063/Cirebon dan HUT ke-62 Kodim 0615/Kuningan.
Acara berlangsung khidmat di Blok Lamping Kidang dan melibatkan unsur TNI, pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta aktivis pencinta lingkungan.
Komandan Kodim 0615/Kuningan, Letkol Arh Hafda Prima Agung, mengatakan bahwa peringatan hari ulang tahun satuan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk berkontribusi nyata kepada masyarakat dan lingkungan.
“Penanaman pohon ini merupakan bentuk kepedulian TNI dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan,” katanya.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menyebut penanaman pohon sejalan dengan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia Tahun 2025 dan menjadi langkah strategis dalam mitigasi bencana.
“Kuningan memiliki peran penting sebagai kawasan penyangga dan paru-paru lingkungan bagi wilayah Jawa Barat bagian timur. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat relevan,” ujarnya.
Bupati Dian juga menyampaikan bahwa kawasan Lamping Kidang telah dicanangkan sebagai wilayah percontohan konservasi lingkungan di kaki Gunung Ciremai.
“Di sini kita ingin membuktikan bahwa wisata alam, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat bisa berjalan beriringan, tentu dengan pengelolaan dan perawatan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, HRA menegaskan komitmennya untuk mengawal program pemerintah pusat di bidang lingkungan dan energi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kegiatan penanaman pohon ini sejalan dengan agenda pembangunan hijau dan mitigasi risiko bencana. Ini harus terus dibumikan,” pungkasnya. (Angga)










































































































Discussion about this post