Bulan Dana PMI Kuningan Himpun Rp641 Juta, Baru 71,2 Persen dari Target
KUNINGAN, (FC).- Pengumpulan dana melalui kegiatan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kuningan 2026 mencapai Rp641.650.000. Jumlah tersebut baru terealisasi 71,2 persen dari target sebesar Rp900 juta.
Capaian itu diumumkan dalam penutupan Bulan Dana PMI 2026 yang dilakukan Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, di Aula bank bjb Cabang Kuningan, Selasa (3/11).
Ketua PMI Kabupaten Kuningan, Hj. Ika Siti Rahmatika, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan penggalangan dana tersebut. Meski belum mencapai target, ia menilai dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan kemanusiaan.
Menurut Ika, Bulan Dana PMI tidak hanya berorientasi pada penghimpunan uang, tetapi juga membangun kepedulian dan solidaritas sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Bulan Dana bukan sekadar kegiatan pengumpulan uang, melainkan gerakan untuk membangun kepedulian, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan pertolongan bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Ika juga memaparkan sejumlah capaian organisasi selama periode kepengurusan 2021-2026. Di antaranya, Unit Donor Darah (UDD) PMI meraih akreditasi Paripurna dan izin operasional, rehabilitasi gedung kantor, serta pembenahan tata kelola keuangan dan manajemen organisasi.
Sementara itu, Bupati Dian Rachmat Yanuar meminta capaian Bulan Dana PMI tahun ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pada tahun mendatang.
Ia menilai penggalangan dana kemanusiaan perlu dilakukan melalui pendekatan yang lebih kreatif, inovatif, dan persuasif. Di sisi lain, transparansi serta akuntabilitas pengelolaan keuangan harus menjadi perhatian utama untuk menjaga kepercayaan publik.
“Sekarang harga mati adalah soal pengelolaan keuangan secara akuntabel, secara transparan, secara terbuka, sehingga ini akan membangkitkan kepercayaan masyarakat kepada kita semua,” tegas Dian.
Dian juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan PMI dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi darurat dan bencana.
Kabupaten Kuningan memiliki potensi bencana beragam, mulai dari tanah longsor, banjir, kebakaran hutan dan lahan, hingga angin puting beliung.
Ia mencontohkan bencana puting beliung yang berdampak terhadap sekitar 10 desa di lima kecamatan. Di Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber, sekitar 80 rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat.
Karena itu, Dian mendorong PMI memperkuat kapasitas organisasi dan mempercepat respons pelayanan kemanusiaan. Ia juga meminta kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan pemerintah daerah terus ditingkatkan.
Menurutnya, PMI dan Baznas dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah, terutama ketika terjadi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat, sementara dukungan anggaran APBD belum dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan.
“PMI dan Baznas harus bisa menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Ketika kegiatan yang bersifat mendadak atau force majeure tidak bisa ter-cover oleh APBD, di sanalah PMI dan Baznas harus bisa menyeimbangkan dan memberikan dukungan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Kuningan juga memberikan penghargaan kepada sejumlah kecamatan atas kontribusinya dalam pengumpulan Bulan Dana PMI 2026.
Kategori A diberikan kepada Kecamatan Jalaksana, Kuningan, dan Cilimus. Kategori B diraih Kecamatan Garawangi, Maleber, dan Cibingbin. Kategori C diberikan kepada Kecamatan Mandirancan, Ciwaru, dan Sindangagung. Sedangkan Kategori D diraih Kecamatan Selajambe, Kalimanggis, dan Pancalang.
Penghargaan kategori dinas/instansi diberikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan. PMI juga menyerahkan piagam donor darah kepada H. Apip Ropii, H. Deniawan, Deni Hamdani, dan Andi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.
Dian berharap PMI terus meningkatkan profesionalisme, menjaga kepercayaan masyarakat, serta memperkuat semangat kerelawanan dalam menjalankan misi kemanusiaan.
“Bukan seberapa besar angka yang kita peroleh, tetapi seberapa besar manfaat dan kepercayaan masyarakat kepada kita. Itu yang terpenting,” pungkasnya. (Angga)



Tinggalkan Balasan