INDRAMAYU, (FC).- Seorang wanita asal Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Komariyah (45), diduga menjadi korban perampokan dan penculikan serta pembunuhan.

Jasad korban ditemukan hangus terbakar bersama mobil korban di Hutan Jati Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, korban diketahui merupakan istri pengacara di Indramayu.

Peristiwa ini sempat menggemparkan warga, mengingat pelakunya diduga merupakan tetangga Serta uang tunai ratusan juta milik korban dan perhiasan emas yang diperkirakan berbobot hingga ratusan gram raib di bawa pelaku

Salah seorang warga setempat, Maemun (44), mengaku terpukul setelah mengetahui kabar yang menimpa Komariyah. Ia tidak pernah menyangka rumah yang selama ini dikenal warga justru menjadi lokasi peristiwa kriminal yang menggemparkan.

Maemun menuturkan, dirinya sempat berbincang dengan beberapa tetangga setelah kabar kejadian tersebut menyebar. Dari obrolan itu, muncul sejumlah kesaksian yang kini kembali diingat warga.

Ada tetangga yang mengaku mendengar teriakan seorang perempuan yang kemungkinan bersumber dari rumah itu. Sementara warga lainnya disebut sempat melihat beberapa orang mengangkat sesuatu yang terbungkus, kemudian memasukkannya ke dalam sebuah mobil.

“Awalnya dikira barang-barang atau berkas milik suaminya. Tidak ada yang menyangka kalau ternyata terjadi peristiwa seperti ini,” ungkap Maemun saat ditemui di sebuah warung sekitar rumah tersebut, Selasa (3/11).

Menurut Maemun, kejadian tersebut diduga berlangsung ketika Komariyah berada sendirian di rumah. Saat itu, suaminya telah berangkat bekerja, sedangkan anak-anaknya sudah lebih dahulu meninggalkan rumah untuk pergi ke sekolah.

Kondisi tersebut membuat warga menduga pelaku telah mengetahui situasi rumah korban sebelum melancarkan aksinya.

“Saya benar-benar kaget mendengar kabar seperti ini. Tegel temen (tega sekali). Kalau memang sudah direncanakan, berarti pelaku mungkin sudah mengetahui kondisi rumah dan kapan korban sendirian,” tuturnya.

Sementara itu, Suami Korban Dudung Badrun menceritakan bahwa istrinya terakhir kali terlihat berada di teras rumah pada Senin (2/11) pagi. Saat itu, Komariyah tengah bersiap menunggu teman yang berencana mengajaknya berbelanja ke Cirebon.

Namun, ketika anak bungsunya pulang sekolah sekitar pukul 14.00 WIB, rumah justru ditemukan dalam keadaan terkunci dengan tirai tertutup. Kondisi tersebut tidak biasa karena biasanya rumah dibiarkan terbuka.

Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah pintu rumah didobrak. Di dalamnya, sejumlah barang tampak berantakan, lemari dalam keadaan terbongkar, dan ditemukan bercak darah.

Uang tunai senilai ratusan juta rupiah, perhiasan emas dengan berat diperkirakan mencapai setengah kilogram, serta mobil Mitsubishi Xpander putih milik keluarga dilaporkan hilang.

Kabar semakin mengejutkan datang pada Selasa pagi ketika sebuah mobil Xpander putih ditemukan dalam kondisi terbakar di wilayah Cijati, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Indramayu. Di dalam kendaraan tersebut ditemukan jenazah perempuan.

Dudung sangat yakin kendaraan itu miliknya dan seorang perempuan yang ditemukan di dalamnya merupakan istrinya. Meski demikian, pihak keluarga masih menunggu kepastian identitas korban dari kepolisian.

“Iya betul, mobil yang terbakar di Cikawung itu mobil kami, berikut juga korban yang ditemukan di situ. Namun dari polisi belum memberikan informasi resmi kepada kami, tapi harapan kami semoga Hj Komariah selamat,” kata Dudung.

Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno membenarkan adanya kejadian perampokan yang disertai penculikan tersebut. Polisi menyatakan masih berupaya mengungkap kasus yang membuat warga Desa Kalianyar diliputi kecemasan.

Dikatakan Tarno, saat ini pihak kepolisian terus bergerak melakukan penyelidikan untuk mengusut tuntas kasus yang menghebohkan warga Desa Kalianyar ini.

“Iya benar, saat ini kami terus bergerak melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini,” pungkasnya.

Sementara itu, rumah Komariyah yang menjadi lokasi kejadian kini telah dipasangi garis polisi. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (3/11), sejumlah warga masih berdatangan untuk mengetahui perkembangan kasus tersebut. (F-08)