KAB.CIREBON, (FC).- Rembesan tanggul Sungai Cisanggarung kembali mengancam permukiman warga di Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon. Desa Losari Kidul menjadi salah satu wilayah terdampak banjir akibat tingginya debit air sungai pada Kamis (12/2), yang menyebabkan genangan di sejumlah blok permukiman.
Kuwu Losari Kidul, Rakhmad, mengatakan banjir terparah terjadi di Blok Kepudang, tepatnya RT 16 hingga RT 19. Genangan air merendam rumah warga dengan ketinggian cukup signifikan.
“Banjir ini menggenangi beberapa RT di Blok Kepudang, dan wilayah tersebut menjadi yang paling parah terdampak,” ujar Rakhmad.
Menurutnya, banjir tidak disebabkan oleh luapan air Sungai Cisanggarung, melainkan akibat rembesan tanggul yang mengalami kebocoran di sejumlah titik.
“Penyebab utama banjir adalah rembesan dari tanggul yang bocor. Ini bukan karena air sungai meluap, tetapi karena tanggul tidak lagi kuat menahan tekanan air,” jelasnya.
Rakhmad menyebutkan, ketinggian air banjir berkisar antara 50 hingga 70 sentimeter dan berdampak pada sekitar 250 rumah warga. Meski demikian, tidak ada warga yang mengungsi karena banjir tersebut kerap terjadi setiap musim hujan saat debit Sungai Cisanggarung meningkat.
“Sekitar 250 rumah terendam. Warga memilih bertahan karena kondisi ini sudah menjadi kejadian rutin setiap musim hujan,” katanya.
Ia menambahkan, air mulai masuk ke permukiman sejak sekitar pukul 04.00 WIB dan berangsur surut menjelang siang hari. Proses penyedotan air menggunakan pompa baru dapat dilakukan setelah debit sungai kecil di sekitar permukiman kembali normal.
“Sebelumnya pompa tidak bisa berfungsi karena air sungai masih tinggi. Setelah surut, pompa kembali berjalan dan membantu mengurangi genangan,” ungkapnya.
Rakhmad berharap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) segera melakukan perbaikan terhadap tanggul Sungai Cisanggarung yang bocor.
Menurutnya, jika hanya rembesan saja sudah mampu merendam ratusan rumah, potensi dampak yang lebih besar bisa terjadi apabila tanggul jebol saat debit air kembali meningkat.
“Di balik tanggul itu ada ribuan rumah. Kalau tidak segera diperbaiki dan terjadi air besar, kami tidak bisa membayangkan dampaknya. Ini yang membuat warga sangat khawatir,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Losari, H Moechlas, mengakui banjir di wilayahnya merupakan kejadian rutin yang hampir selalu terjadi setiap musim penghujan. Ia menyebut Desa Barisan sebagai salah satu wilayah yang juga terdampak cukup parah akibat kondisi Sungai Cisanggarung.
“Air mulai merendam permukiman sejak dini hari dan menjelang siang mulai surut. Kami bersama kuwu dan warga melakukan penyedotan menggunakan pompa agar genangan benar-benar hilang dan aktivitas warga bisa kembali normal,” katanya.
Moechlas juga meminta BBWS segera melakukan langkah pencegahan dan penanganan menyeluruh di sepanjang tanggul Sungai Cisanggarung untuk mengurangi risiko banjir di wilayah-wilayah langganan terdampak.
“Kami berharap ada penanganan serius di sepanjang tanggul Sungai Cisanggarung, sehingga desa-desa yang selama ini terdampak tidak terus dihantui kekhawatiran saat debit air meningkat,” pungkasnya. (Nawawi)










































































































Discussion about this post