MAJALENGKA, (FC),– Pemerintah Kabupaten Majalengka, terus menguatkan komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan pelajar.

Melalui program pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan langsung di sekolah, ratusan siswa di berbagai jenjang kini mendapatkan layanan medis preventif secara menyeluruh.

Salah satu pelaksanaan program tersebut berlangsung di SMAN 1 Jatitujuh, di mana sebanyak 1.455 pelajar dari kelas X hingga XII menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis dari Puskesmas Jatitujuh. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini masalah kesehatan serta penguatan budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

“Pemeriksaan ini meliputi pengukuran berat dan tinggi badan, tekanan darah, pemeriksaan mata, telinga, gigi, hingga tes gula darah,” ungkap dr. Asep Nurliawan, Kepala Puskesmas Jatitujuh, Kamis (7/8).

Ia menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya bersifat skrining umum, namun juga menjadi langkah strategis untuk mendeteksi gejala penyakit sejak dini, agar dapat segera dilakukan rujukan apabila diperlukan.

“Jika ditemukan indikasi masalah kesehatan, siswa akan dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan untuk pemeriksaan dan pengobatan,” ujarnya.

Menurut dr. Asep, program ini akan terus bergulir ke jenjang pendidikan lain, mulai dari SMP hingga SD secara bergiliran, dengan harapan dapat menjangkau seluruh pelajar di wilayah Kecamatan Jatitujuh dan sekitarnya.

Kepala SMAN 1 Jatitujuh Enjen Jaenal Alim, menyambut baik pelaksanaan program ini. Ia menilai bahwa kesehatan yang baik menjadi faktor penting dalam menunjang proses belajar-mengajar di sekolah.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Semoga bisa dilaksanakan secara rutin agar siswa semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” tuturnya.

Tak hanya pihak sekolah, para siswa pun menunjukkan antusiasme. Meski sempat merasa cemas, sebagian besar siswa mengaku senang karena dapat mengetahui kondisi kesehatannya.

“Awalnya takut karena dikira disuntik, tapi ternyata tidak. Sekarang jadi tahu tekanan darah dan kadar gula saya,” ujar Sheril, siswi kelas XI.

Langkah ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam memperkuat layanan kesehatan preventif dan promotif di sektor pendidikan. Dengan menyasar generasi muda, diharapkan kesadaran hidup sehat dapat tumbuh sejak dini, sebagai bekal dalam mewujudkan masyarakat Majalengka yang sehat, tangguh, dan produktif. (Agus)