KAB.CIREBON, (FC).- Aktivitas ibadah di Masjid Kuno Gamel, Kabupaten Cirebon, meningkat selama bulan Ramadan. Masjid bersejarah yang telah berdiri ratusan tahun itu kembali dipadati jamaah untuk berbagai kegiatan keagamaan.
Masjid yang tercatat dalam inventaris Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten tersebut sebelumnya dikenal dengan nama Masjid Sang Ciptasari, kemudian berubah menjadi Masjid Nurul Karomah, sebelum akhirnya lebih dikenal masyarakat sebagai Masjid Gamel.
Juru pelihara masjid, Munija, mengatakan hingga kini fungsi masjid tetap dipertahankan sebagai tempat ibadah bagi masyarakat sekitar.
“Hingga sekarang fungsinya tetap sama sebagai tempat ibadah, untuk salat fardu, Salat Jumat, salat Id, dan kegiatan keagamaan lainnya,” ujar Munija, Selasa (3/3).
Selama Ramadan, berbagai kegiatan keagamaan digelar di masjid tersebut, mulai dari pengajian menjelang berbuka puasa hingga kajian keagamaan setelah Salat Subuh.
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, pendirian masjid ini dikaitkan dengan tokoh penyebar Islam, Syekh Windu Aji. Dakwahnya kemudian dilanjutkan oleh Syekh Linu Aji.
Pada masa Kesultanan Cirebon, masjid tersebut pernah direnovasi oleh Sultan Kanoman pertama sebagai bentuk dukungan terhadap syiar Islam.
Jejak sejarah masjid juga terlihat dari inskripsi beraksara Rikasara yang terukir pada salah satu balok penyangga atap. Aksara kuno khas Cirebon itu diyakini berkaitan dengan proses pembangunan atap masjid pada abad ke-17.
Secara arsitektur, bangunan utama masjid berbentuk bujursangkar dengan ukuran sekitar 9,3 x 9,3 meter. Struktur bangunan ditopang 16 tiang, termasuk empat saka guru dari kayu jati berdiameter sekitar 40 sentimeter dengan tinggi sekitar 4,5 meter.
Seiring waktu, sejumlah bagian masjid mengalami pemugaran, seperti penambahan teras, perluasan serambi, serta penggantian beberapa saka guru yang mengalami kerusakan akibat usia. Meski demikian, struktur utama bangunan tetap dipertahankan.
Pamong Budaya Ahli Muda Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, Iman Hermanto, mengatakan Masjid Gamel telah ditetapkan sebagai cagar budaya daerah.
“Nilainya bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan kebudayaan,” ujarnya. (Johan)











































































































Discussion about this post