KUNINGAN, (FC).- Kabar duka menyelimuti keluarga besar Kodim 0615/Kuningan. Salah satu prajurit terbaiknya, Kodim 0615/Kuningan Bati Sintel, Peltu Leza Iryanto (NRP 21950145640474), berpulang ke Rahmatullah pada Minggu (22/2) pukul 17.00 WIB.
Almarhum mengembuskan napas terakhir di Blok Pager Barang, kawasan perkebunan Kelurahan Citangtu, Kecamatan Kuningan. Berdasarkan keterangan medis, almarhum meninggal dunia akibat serangan jantung.
Peltu Leza Iryanto yang lahir di Indramayu, 11 April 1974, wafat dalam usia 52 tahun.
Semasa hidup, ia tinggal di Perum Puri Pelangi Blok H3 RT 020 RW 003 Desa Gandasoli, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan.
Kepergiannya meninggalkan seorang istri dan empat orang anak. Duka mendalam dirasakan keluarga, rekan sejawat, serta masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok prajurit berdedikasi dan pribadi yang bersahaja.
Jenazah almarhum dimakamkan pada Senin pagi (23/2) di Tempat Pemakaman Umum Pajawan, Desa Gandasoli. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga besar, rekan prajurit, serta masyarakat yang memberikan penghormatan terakhir.
Komandan Kodim 0615/Kuningan, Hafda Prima Agung, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya salah satu prajurit terbaiknya.
“Almarhum adalah orang yang baik dan banyak memberikan kontribusi bagi kesatuan serta masyarakat. Buktinya, banyak orang yang datang untuk mengantarnya ke peristirahatan terakhir. Semoga segala kesalahan dan kehilapan almarhum diampuni oleh Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta kesabaran,” ujarnya.
Dandim juga mengungkapkan, beberapa hari sebelum meninggal dunia, almarhum masih aktif berkomunikasi dan selalu melaporkan kegiatannya, termasuk saat melakukan pengolahan lahan pertanian.
“Terlebih dengan program nasional arahan Bapak Presiden bahwa ketahanan pangan harus digelorakan hingga masyarakat bawah,” ucapnya.
Sepanjang pengabdiannya, Peltu Leza Iryanto dikenal sebagai prajurit yang setia dan memiliki dedikasi tinggi. Ia menerima sejumlah tanda jasa, di antaranya Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun, XVI Tahun, XXIV Tahun, serta Satyalancana Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian panjangnya kepada bangsa dan negara.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi kesatuan dan masyarakat. Dedikasi serta keteladanannya akan terus dikenang sebagai bagian dari jejak pengabdian seorang prajurit kepada negeri. (Angga)











































































































Discussion about this post